Hai semua... Apakah anda
mengetahui bahwa otak kita terdiri dari dua
belahan, kiri dan kanan?. Saya
membaca salah satu artikel yang menunjukkan bahwa 85
persen orang di dunia ini ternyata hidup dengan mengandalkan otak
kiri saja. Sebagian dari sisanya menggunakan kombinasi keduanya, dan
sebagian lagi memakai otak kanan. Itulah kesimpulan beberapa
penelitian tentang otak.
Dari segi fungsi, otak yang
terdiri dari dua belahan kiri dan kanan itu seolah memiliki tiga
dimensi yang saling berhubungan. Dengan mengoptimalkan penggunaan
seluruh bagian ini, fungsi otak dapat dioptimalkan. Sayang, tak semua
orang mampu melakukannya. Salah satu cara mengoptimalkan penggunaan
semua dimensi otak adalah senam otak.
Senam
otak atau brain gym adalah serangkaian latihan berbasis gerakan tubuh
sederhana. Gerakan itu dibuat untuk merangsang otak kiri dan kanan
(dimensi lateralitas); meringankan atau merelaksasi belakang otak dan
bagian depan otak (dimensi pemfokusan); merangsang sistem yang
terkait dengan perasaan/emosional, yakni otak tengah (limbis) serta
otak besar (dimensi pemusatan).
Menurut Paul E. Denisson Ph.D.,
ahli senam otak dari lembaga Educational Kinesiology, Amerika
Serikat, meski sederhana, brain gym mampu memudahkan kegiatan belajar
dan melakukan penyesuaian terhadap ketegangan, tantangan, dan
tuntutan hidup sehari-hari. Pakar penelitian otak inilah yang pertama
kali memperkenalkan metode terapi ini di Amerika, 19 tahun silam.
Awalnya senam otak dimanfaatkan
untuk anak yang mengalami gangguan hiperaktif, kerusakan otak, sulit
konsentrasi dan depresi. Namun dalam perkembangannya setiap orang
bisa memanfaatkannya untuk beragam kegunaan.
Saat ini, di
Amerika dan Eropa brain gym sedang digemari. Banyak orang yang merasa
terbantu melepaskan stres, menjernihkan pikiran, meningkatkan daya
ingat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Anda