Rabu, 04 Mei 2016

Wanita dan Keluarga

Hai para pembaca, kali ini saya ingin membahas mengenai wanita dan keluarga. Sebagimana kita tahu bahwa keluarga adalah bagian terpenting dalam hidup semua orang dan wanita mempunyai peran besar dalam keluarga. Keluarga itu sendiri merupakan lembaga paling UTAMA dan PERTAMA yang bertanggung jawab dalam kesejahteraan sosial dan kelestarian biologis anak manusia. Dalam keluarga, anak dilahirkan dan dididik sampai menjadi dewasa. Keluarga juga merupakan tempat persemaian bagi pembentukan kepribadian manusia. Pada lima tahun pertama anak hidup dalam keluarga, selanjutnya sekolah dan kemudian masyarakat. Transmisi kultural berlangsung sepanjang sejarah kehidupan manusia sebagai suatu proses yang berkesinambungan (turun-temurun). Transmisi ini dilakukan dalam keluarga.

       Pada umumnya, fungsi wanita dalam keluarga adalah:
ü  Sebagai istri dan teman hidup
ü  Sebagai partner seksual
ü  Sebagai pengatur rumah tangga
ü  Sebagai ibu serta pendidik bagi anak-anaknya
ü  Sebagai makhluk sosial yang berpartisipasi aktif dalam lingkungannya
ü  Sebagai pencari nafkah tambahan.

       Seorang wanita memiliki kaitan relasi “ibu-anak” sebagai suatu kesatuan fisiologis-psikis-sosial. Dimulai sejak janin di dalam kandungan, masa kehamilan, kelahiran,  periode menyusui dan membesarkan anak. Intinya dedikasi dan pengorbanan wanita dicurahkan untuk anaknya. Wanita juga mempunyai INSTINK dalam bentuk “melindungi” si anak.

Wanita juga memiliki kecenderungan untuk mengalami gangguan psikologis, diantaranya
  1. GANGGUAN PENYESUAIAN
ü  Adalah reaksi psikologis yang negatif yang berkaitan dengan adanya perubahan atau stresor kehidupan.
ü  Jenis yang biasa terjadi adalah gangguan penyesuaian dengan gejala cemas, gangguan penyesuaian dengan gejala depresi, gangguan penyesuaian dengan campuran cemas dan depresi serta gangguan penyesuaian dengan perubahan tingkah laku.

       Gangguan penyesuaian tidak berlangsung lama, maksimal 6 bulan. Bila tidak sembuh, maka diagnosisnya berubah, bukan lagi sebagai Gangguan Penyesuaian. Sembuh bila wanita sudah bisa menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi dan stresornya hilang. 

  1. GEJALA CEMAS
ü  Keringat dingin,
ü  Bingung/mudah marah,
ü  Sulit konsentrasi,
ü  Berdebar,
ü  Sakit perut,
ü  Sulit tidur nyenyak,
ü  Sakit kepala,
ü  Sesak nafas.

  1. GEJALA DEPRESI
ü  Nafsu makan menurun, atau sangat meningkat,
ü  Berat badan turun, atau meningkat dengan cepat,
ü  Menarik diri,
ü  Murung,
ü  Sangat perasa,
ü  Menangis tanpa sebab,
ü  Tidak menikmati lagi kegiatan favorit/hobbynya,
ü  Merasa jelek, bodoh, tak berguna,
ü  Ingin mati atau bunuh diri.

  1. GEJALA PERUBAHAN TINGKAH LAKU
ü  Agresif, mudah tersinggung/marah,
ü  Melakukan kegiatan yang membahayakan diri,
ü  Melanggar aturan-aturan.

  1. CEMAS, DEPRESI, PSIKOTIK
       Hal ini terjadi apabila  perilaku, pikiran, dan persepsi tidak sesuai lagi dengan kenyataan. Misalnya tidak berpakaian di depan orang banyak, bicara sendiri, tertawa tanpa sebab yang jelas, ada WAHAM yaitu keyakinan yang tak sesuai kenyataan dan ada HALUSINASI (dengar, visual, rabaan).

  1. PSIKOSIS KHAS WANITA
ü  Psikosis Post Partum, terjadi setelah melahirkan dan sembuh setelah beberapa bulan.
ü  Depresi Post Partum, lebih sering terjadi.
ü  Pada wanita tua biasa terjadi gangguan Waham/Paranoid dan demensia (kehilangan “daya ingat”).


Sekian dan terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar Anda