Selasa, 11 Juni 2013

Terapi Wicara



Hai semua.. Kali ini saya akan membahas mengenai terapi wicara. Terapi wicara merupakan gabungan dari kata terapi yang berarti cara mengobati suatu penyakit atau kondisi patologis, dan kata wicara yang berarti media komunikasi secara oral yang menggunakan simbol-simbol linguistik, dimana dengan media ini seseorang dapat mengekspresikan ide, pikiran dan perasaan. Dengan demikian istilah terapi wicara memiliki pengertian yaitu cara atau teknik pengobatan terhadap suatu kondisi patologis di dalam memformulasikan ide, pikiran dan perasaan ke bentuk ekspresi verbal atau media komunikasi secara oral.
Secara terminologis bahwa terapi wicara diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari tentang gangguan bahasa, wicara dan suara yang bertujuan untuk digunakan sebagai landasan membuat diagnosis dan penanganan.
Dalam perkembangannya terapi wicara memiliki cakupan pengertian yang lebih luas dengan mempelajari hal-hal yang terkait dengan proses berbicara, termasuk di dalamnya adalah proses menelan, gangguan irama / kelancaran dan gangguan neuromotor organ artikulasi (articulation) lainnya.

I.   Latihan Pernapasan

1.  Meniup.
2.  Menghisap.
3.      Menyedot.

II.  Latihan Motorik Mulut

1.      Membuka mulut.
2.      Menutup mulut.
3.      Memonyongkan bibir.
4.      Menggembungkan pipi.
5.      Latihan mingkem (merapatkan kedua bibir).

III. Latihan Motorik  Lidah

1.      Menjulurkan lidah.
2.      Menaruh lidah ke langit atas.
3.      Menaruh lidah ke atas bibir.
4.      Menggerakkan lidah ke kiri dan ke kanan.

IV.  1. Latihan Vokal

             A, I, U, O, E

2.      Latihan Vokal Agak Rumit
AI                   IA                    IO                    UA                   EA                   OA
AU                  UA                   IU                    UI                    EU                   OI
AE                  EA                   IE                     UE                   EI                     OE
AO                  OA                   IA                    UO                   EO                   OU

3.      Latihan Konsonan
a. Konsonan Getar                                          b. Konsonan Tidak Bergetar
    b    /  d  /  g  /                                                  p  /  t  /  k  /
    v   /   z  /                                                         f  /  h  /  s  /  c  /  sh  /
    m  /  n  /  ny  /  ng  /
    r  /  l  /
    j  /  y  /  w  /

       4. Latihan Awalan, Sisipan, Akhiran
             a.  Awalan
-  Bau


 b.  Sisipan
-  Iba

 c.  Akhiran
-          Air




  5. a. Latihan Kata sederhana (2 suku kata).
 b. Latihan Kata agak rumit (3 suku kata).

6.Latihan 2 Kata



7.      Pembentukan artikulasi

·         Metode Pembentukan Artikulasi
a. Phonetic Placement Approach
Adalah latihan bicara untuk melakukan dan menempatkan articulator yang spesifik guna memproduksi macam-macam bunyi bicara.                                          
Untuk memproduksi bunyi wicara tersebut seorang anak harus dapat menggerakkan alat-alat wicara secara benar, merasakan gerakannya, dan mendengarkan bunyinya selagi memproduksinya. Seseorang yang mempunyai gannguan atau penyimpangan artikulasi harus mengembangkan kemampuan menempatkan artikulator-artikulator tersebut pada posisi apa saja yang diperlukan untuk tujuan bicara.
                
                 b. Motokinesthetic Approach
Pada latihan ini individu yang mempunyai misartikulasi perlu mempelajari “merasakan” gerakan-gerakan artikulasi melalui manipulasi dari Terapis. Artinya Klinisian memproduksi suatu bunyi yang diikuti klien dengan demikian klien dapat menghubungkan gerakan artikulasi dengan tambahan masukan pendengaran. Kemudian anak memproduksi kembali gerakan artikulasi melalui rasa gerak dengan dibantu masukan pendengaran tadi.
                
                 c. Sensor Motor Approach
Suatu usaha pendekatan/metode yang menekankan terlibatnya sensasi sensoris, sensasi motoris, sensasi propioseptif, sensasi taktil untuk memproduksi bicara sehingga menghasilkan gerakan atikulasi. Metode ini juga bisa digunakan untuk gangguan bicara dispraksi verbal dan disatria.
                 
                 d. Nonsense Material Approach
                     Adalah anak belajar mengucapkan kata/suku kata tanpa arti dengan tujuan memperkuat kemampuan anak mengucapkan fonem dan gabungan vokal dan konsonan.

            Metode yang sering digunakan adalah metode Phonetic Placement, gunanya agar anak menyadari dan mampu memproduksi satu bunyi bahasa, kemudian digabung dengan Motokinesthetic Approach. Setelah terlihat stabilisasi dalam pengucapan bunyi bahasa, dilanjutkan dengan penggunaan metode Sensory Motor Approach. Tujuan Sensori Motor Approach adalah menstabilisasikan pengucapan setiap fonem dan konsonan.
           
Langkah berikut adalah menggunakan Nonsense Material Approach, dengan syarat bahwa anak telah mampu mengucapkan bunyi konsonan. Dan yang penting dicatat bahwa dalam melatih dan memproduksi satu bunyi bahasa tidak hanya memakai satu cara atau metode tetapi dapat mengkombinasi dari metode-metode itu.
Semoga bermanfaat dan terima Kasih..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar Anda