Minggu, 02 Maret 2014

Perkembangan anak yang mengalami penyakit kronis



Hai semua... menyambung pembahasan sebelumnya mengenai perkembangan anak. Sekarang saya akan membahas tentang penyakit kronis yang juga akan mempengaruhi perkembangan seorang anak, yaitu:
Chronic Illness
     Diperkirakan hampir 10 juta anak mengidap sakit kronis di United States, dan 10 persen dari populasinya sakit parah (Melamed, 2002). Sumber stres pada anak dan keluarga adalah penyakit, dan prosedur pengobatannya, rawat inap, dan faktor-faktor yang dapat mengganggu kehidupan keluarga, hubungan pertemanan dan sekolah. Sebelumnya difokuskan pada aspek negatif dan harapan mereka pada kesejahteraan psikologis anak. Nyatanya harapan selalu tidak terlaksana dan memaksa para peneliti untuk lebih memperhatikan pada faktor penyembuhan anak, hasil penelitian dan penyesuaian diri anggota keluarga serta dukungan dari para ahli kesehatan.
    
       Umumnya, keadaan sakit (penyakit, gangguan, ketidakmampuan atau kondisi pengobatan) dianggap kronis saat berlangsung selama 3 bulan atau lebih. (Fritz and McQuaid, 2000). Penyakit kronis dibedakan dengan penyakit akut yang mungkin lebih parah, penyakit kronis akan perlu dikendalikan saat melebihi periode bulan, tahun atau bahkan selama periode hidup. Selanjutnya, selama masa pengobatan individu selalu memberikan perhatian lebih pada anak dengan penyakit akut, orang tua dari anak yang sakit dan pertumbuhan usia, anak-anak mereka dan biasanya menjadi tanggung jawab besar untuk mengatur kondisi.
     Lajimnya penyakit kronik pada anak sangat beragam macam tergantung pemeriksaan dari komunitas atau klinis, yang berdasarkan laporan orang tua atau laporan medis dan bagaimana mereka mengartikan penyakit tersebut. (Fritz dan McQuaid, 2000) Karena dari perbedaan metodologi, rata-rata berkisar 5 sampai 30 persen. Bagaimanapun, sangat penting diperhatikan catatan peningkatan penyakit kronis, ironisnya disebabkan karena perhatian medis yang meningkat sepanjang hidup dari seorang anak yang sakit, pada usia muda dan mungkin tidak dapat bertahan. Kontribusi peningkatan terhadap rata-rata kelangsungan hidup pada bayi prematur, yang mungkin lebih baik dari bayi yang terlahir cacat.
    
Penyakit kronis yang biasa terjadi pada anak:
1.     Asthma. Asma, gangguan sistem pernapasan yang merupakan penyakit kronis umum pada anak di United state; kira-kira 4 sampai 9 persen anak menderita dari efeknya. (Melamed, 2002) Asma, hyperresponsiveness atau hypersensitivity dari trachea, bronchi dan bronchiole yang dihasilkan karena sempitnya saluran udara dan penurunan fungsi paru-paru. Hasilnya pada beberapa waktu akan mengeluarkan suara mendesah dan pernapasan jadi pendek yang disebut dyspnea. Serangan kuat dikenal sebagai status asmaticus, yang dapat mengancam hidup dan memerlukan treatment perawatan medis. Asma adalah penyebab utama dari penuhnya ruangan rumah sakit dan pasien serta menyebabkan ketidakhadiran anak disekolah.
2.     Cystic Fibrosis, CF adalah penyakit menular, mempersingkat harapan hidup anak karena sakit paru-paru dan disfungsi radang perut. Bagaimanapun, treatment perlu ditingkatkan untuk memperoleh kelangsungan hodup yang lebih panjang, dan banyak anak dengan CF dapat berharap untuk hidup di usia dewasa mereka. Pemeliharaan anak dengan CF menuntut perhatian banyak dari keluarga, dimana keluarga harus memantau makanan dan enzim-enzim yang dibutuhkan tubuhnya.  Biasanya ini menjadi tantangan untuk para orang tua untuk menggunakan pelatihan untuk mentreatmen fisik anak setiap hari yang berhubungan dengan bantuan penanggulangan penyakit anak.
3.     Cerebral Palsy Cerebral palsy (CP) melibatkan gangguan yang disebabkan karena kerusakan pada perkembangan otak, umumnya selama dalam kandungan dan proses kelahiran. Pengaruhnya anak akan bersikap aneh dan kontrol gerakan tubuh yang buruk, kesulitan dalam bergerak, atau menderita karena kaku. Cara berbicara menjadi terganggu, dan beberapa, tidak semua menderita mental ratardasi. Lajimnya dari CP meningkat 15 persen diatas 20 tahun, tepatnya meningkatnya rata-rata bertahan hidup pada usia bayi. Tantangan pada gangguan ini beragam macam sesuai tingkat kerusakan. Beberapa individu akan membutuhkan kursi roda untuk gerak mereka, hanya beberapa orang yang dapat berkomunikasi lisan yang menggunankan alat elektronik untuk mengumpulkan suara.
4.     Diabetes Mellitus, Tipe I (ketergantungan insulin) diabetes adalah keadaan dimana terdapat gangguan endocrine pada anak, dampak 1 dalam 800 anak dibawah usia 18 di united State. Hal ini dapat muncul di semua usia, puncaknya timbul selama pubertas. Diabetes adalah penyakit kronis, gangguan selama hidup dimana pancreas tidak dapat memproduksi cukup insulin, yang diperlukan untuk metabolisme karbohidrat. Kerusakan pada produksi sel insulin muncul pada proses autoimunisasi; bagaimanapun, mekanisme ini cepat terjadi saat proses autoimunisasi tanpa diketahui. Hasilnya dapat merusak: Individu dengan aturan buruk diabetes dapat beresiko kebutaan, disfungsi ginjal, kerusakan sel, penyakit hati, kelumpuhan, dan akhirnya membutuhkan amputasi pada organ tubuh dan koma bahkan kematian. Hal ini memharuskan untuk melakukan aturan secara medis.
5.     Sickle Cell Disease  Sickle cell disease (SCD), juga dikenal sebagai sickle cell anemia adalah autosomal recessive disorder yang disebabkan karena kekurangan darah. SCD menyerang penduduk African Americans dengan perbandingan 1 dari 500 pencemaran. SDC biasanya diketahui pada awal perkembangan dan merupakan gangguan yang diakibatkan luka yang terinfeksi dan dapat kambuh. Dalam periodenya akan menyebabkan sakit pada tulang dan sendi dikarenakan vasoocclusion (rintangan) pada aliran pembuluh darah.
6.     Juvenile Rheumatoid Arthiritis Juvenile arthritis adalah gangguan lain yang berhubungan dengan penyakit kronis. Kebengkakan, perih, suhu tubuh panas dan sakit akut. Gangguan parah pada anak. Serangan biasanya terjadi pada usia 16 atau lebih muda yang berdampak pada perkembangan, termasuk sekolah, hubungan teman sebaya dan hubungan dengan keluarga.
7.     Cancer kanker memiliki berbagai macam kondisi yang biasanya disebabkan karena perkembangbiakan sel yang mematikan. Hal ini berhubungan dengan pembentukan jaringan darah yang berbahaya (i.e., leukemia dan lymphoma) laporan memperkirakan sebagian dari diagnosis kangker adalah tumor otak dan central nevous system yang merupakan bagian kedua, dan tumor berdampak pada jaringan spesifik dan organ sistem, seperti tulang atau ginjal, pada posisi ketiga. Acote lymphoblastic leukemia (ALL) juga berdampak pada anak. Meskipun semuanya mempunyai rata-rata jumlah kecil, jumlah kangker merupakan penyakit yang menyebabkan kematian pada individu dibawah usia 16 tahun. Bagaimanapun sikap tabah untuk bertahan hidup adalah harapan untuk mempercepat efek perkembangan treatment.
    
Risk for Psychopathology
Jumlah penelitian yang berdasarkan populasi menunjukan bahwa anak dengan penyakit kronis beresiko mengalami peningkatan perkembangan psikopatologi (Fritz & McQuaid, 2000). Meninjau dari penelitian yang dilakukan mengidentikasikan bahwa jumlah psikopatologi mencakup segala spectrum, dari dalam dan luar gangguan. Depresi dan kecemasan biasa terjadi. Dalam jumlahnya, anak dengan penyakit kronis lebih banyak daripada penyakit kesehatan fisik dalam perkembangan sosial dan masalah akademik serta konsep diri yang buruk, selanjutnya beresiko pada psikopatologi selama masa perkembangan.

Dukungan Sosial
 Ada bukti bahwa, secara umum, isolasi sosial meningkatkan risiko gangguan psikologis dalam keluarga anak-anak dengan penyakit kronis.   Dukungan sosial, di sisi lain, berfungsi sebagai faktor protektif.
  Sayangnya, juga berarti hubungan dan teman-teman tidak dapat memberikan dukungan ketika itu yang paling dibutuhkan dalam proses.  Ketika sebuah penyakit kronis didiagnosis, keluarga sering menerima pada curahan simpati dan bantuan.   Namun, jumlah dukungan yang diberikan kemungkinan akan berkurang seiring berjalannya waktu, bahkan sebagai keluarga kegelisahan, stres dan praktis meningkatkan kesulitan selama penyakit kronis.
 
Intervensi
  Psychotherapeuticinterventions untuk anak-anak dengan penyakit kronis akan sama berbagai efek dari gangguan dan psychopathologies komorbiditas yang menyertainya.   Sebagaimana telah kita lihat, ini mencakup spektrum penuh dari internalisasi (melakukan gangguan, perlawanan oposisi).  Beberapa intervensi berfokus pada anak, sementara yang lain melibatkan orang tua, sistem seluruh keluarga, dan bahkan staf medis.  


 Sekian dan Terima kasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar Anda