Hai semua... menyambung pembahasan sebelumnya mengenai
perkembangan anak. Sekarang saya akan membahas tentang penyakit kronis yang
juga akan mempengaruhi perkembangan seorang anak, yaitu:
Chronic Illness
Diperkirakan hampir 10 juta anak mengidap
sakit kronis di United States, dan 10 persen dari populasinya sakit parah
(Melamed, 2002). Sumber stres pada anak dan keluarga adalah penyakit, dan
prosedur pengobatannya, rawat inap, dan faktor-faktor yang dapat mengganggu
kehidupan keluarga, hubungan pertemanan dan sekolah. Sebelumnya difokuskan pada
aspek negatif dan harapan mereka pada kesejahteraan psikologis anak. Nyatanya
harapan selalu tidak terlaksana dan memaksa para peneliti untuk lebih
memperhatikan pada faktor penyembuhan anak, hasil penelitian dan penyesuaian
diri anggota keluarga serta dukungan dari para ahli kesehatan.
Umumnya, keadaan sakit (penyakit,
gangguan, ketidakmampuan atau kondisi pengobatan) dianggap kronis saat
berlangsung selama 3 bulan atau lebih. (Fritz and McQuaid, 2000). Penyakit
kronis dibedakan dengan penyakit akut yang mungkin lebih parah, penyakit kronis
akan perlu dikendalikan saat melebihi periode bulan, tahun atau bahkan selama
periode hidup. Selanjutnya, selama masa pengobatan individu selalu memberikan
perhatian lebih pada anak dengan penyakit akut, orang tua dari anak yang sakit
dan pertumbuhan usia, anak-anak mereka dan biasanya menjadi tanggung jawab
besar untuk mengatur kondisi.
Lajimnya penyakit kronik pada anak sangat
beragam macam tergantung pemeriksaan dari komunitas atau klinis, yang
berdasarkan laporan orang tua atau laporan medis dan bagaimana mereka
mengartikan penyakit tersebut. (Fritz dan McQuaid, 2000) Karena dari perbedaan
metodologi, rata-rata berkisar 5 sampai 30 persen. Bagaimanapun, sangat penting
diperhatikan catatan peningkatan penyakit kronis, ironisnya disebabkan karena
perhatian medis yang meningkat sepanjang hidup dari seorang anak yang sakit,
pada usia muda dan mungkin tidak dapat bertahan. Kontribusi peningkatan
terhadap rata-rata kelangsungan hidup pada bayi prematur, yang mungkin lebih
baik dari bayi yang terlahir cacat.
Penyakit kronis
yang biasa terjadi pada anak:
1. Asthma.
Asma,
gangguan sistem pernapasan yang merupakan penyakit kronis umum pada anak di
United state; kira-kira 4 sampai 9 persen anak menderita dari efeknya.
(Melamed, 2002) Asma, hyperresponsiveness atau hypersensitivity dari trachea,
bronchi dan bronchiole yang dihasilkan karena sempitnya saluran udara dan
penurunan fungsi paru-paru. Hasilnya pada beberapa waktu akan mengeluarkan
suara mendesah dan pernapasan jadi pendek yang disebut dyspnea. Serangan kuat dikenal sebagai status asmaticus, yang dapat mengancam hidup dan memerlukan
treatment perawatan medis. Asma adalah penyebab utama dari penuhnya ruangan
rumah sakit dan pasien serta menyebabkan ketidakhadiran anak disekolah.
2. Cystic
Fibrosis, CF adalah penyakit menular,
mempersingkat harapan hidup anak karena sakit paru-paru dan disfungsi radang
perut. Bagaimanapun, treatment perlu ditingkatkan untuk memperoleh kelangsungan
hodup yang lebih panjang, dan banyak anak dengan CF dapat berharap untuk hidup
di usia dewasa mereka. Pemeliharaan anak dengan CF menuntut perhatian banyak
dari keluarga, dimana keluarga harus memantau makanan dan enzim-enzim yang
dibutuhkan tubuhnya. Biasanya ini
menjadi tantangan untuk para orang tua untuk menggunakan pelatihan untuk
mentreatmen fisik anak setiap hari yang berhubungan dengan bantuan
penanggulangan penyakit anak.
3. Cerebral
Palsy Cerebral
palsy (CP) melibatkan gangguan yang disebabkan karena kerusakan pada perkembangan
otak, umumnya selama dalam kandungan dan proses kelahiran. Pengaruhnya anak
akan bersikap aneh dan kontrol gerakan tubuh yang buruk, kesulitan dalam
bergerak, atau menderita karena kaku. Cara berbicara menjadi terganggu, dan
beberapa, tidak semua menderita mental ratardasi. Lajimnya dari CP meningkat 15
persen diatas 20 tahun, tepatnya meningkatnya rata-rata bertahan hidup pada
usia bayi. Tantangan pada gangguan ini beragam macam sesuai tingkat kerusakan.
Beberapa individu akan membutuhkan kursi roda untuk gerak mereka, hanya
beberapa orang yang dapat berkomunikasi lisan yang menggunankan alat elektronik
untuk mengumpulkan suara.
4. Diabetes
Mellitus,
Tipe I
(ketergantungan insulin) diabetes adalah keadaan dimana terdapat gangguan
endocrine pada anak, dampak 1 dalam 800 anak dibawah usia 18 di united State.
Hal ini dapat muncul di semua usia, puncaknya timbul selama pubertas. Diabetes
adalah penyakit kronis, gangguan selama hidup dimana pancreas tidak dapat
memproduksi cukup insulin, yang diperlukan untuk metabolisme karbohidrat.
Kerusakan pada produksi sel insulin muncul pada proses autoimunisasi;
bagaimanapun, mekanisme ini cepat terjadi saat proses autoimunisasi tanpa
diketahui. Hasilnya dapat merusak: Individu dengan aturan buruk diabetes dapat
beresiko kebutaan, disfungsi ginjal, kerusakan sel, penyakit hati, kelumpuhan,
dan akhirnya membutuhkan amputasi pada organ tubuh dan koma bahkan kematian.
Hal ini memharuskan untuk melakukan aturan secara medis.
5. Sickle
Cell Disease Sickle cell disease (SCD),
juga dikenal sebagai sickle cell anemia adalah autosomal recessive disorder
yang disebabkan karena kekurangan darah. SCD menyerang penduduk African
Americans dengan perbandingan 1 dari 500 pencemaran. SDC biasanya diketahui
pada awal perkembangan dan merupakan gangguan yang diakibatkan luka yang
terinfeksi dan dapat kambuh. Dalam periodenya akan menyebabkan sakit pada
tulang dan sendi dikarenakan vasoocclusion (rintangan) pada aliran pembuluh
darah.
6. Juvenile
Rheumatoid Arthiritis
Juvenile arthritis adalah gangguan lain yang berhubungan dengan penyakit
kronis. Kebengkakan, perih, suhu tubuh panas dan sakit akut. Gangguan parah
pada anak. Serangan biasanya terjadi pada usia 16 atau lebih muda yang
berdampak pada perkembangan, termasuk sekolah, hubungan teman sebaya dan
hubungan dengan keluarga.
7. Cancer
kanker
memiliki berbagai macam kondisi yang biasanya disebabkan karena
perkembangbiakan sel yang mematikan. Hal ini berhubungan dengan pembentukan
jaringan darah yang berbahaya (i.e., leukemia dan lymphoma) laporan
memperkirakan sebagian dari diagnosis kangker adalah tumor otak dan central
nevous system yang merupakan bagian kedua, dan tumor berdampak pada jaringan
spesifik dan organ sistem, seperti tulang atau ginjal, pada posisi ketiga.
Acote lymphoblastic leukemia (ALL) juga berdampak pada anak. Meskipun semuanya
mempunyai rata-rata jumlah kecil, jumlah kangker merupakan penyakit yang
menyebabkan kematian pada individu dibawah usia 16 tahun. Bagaimanapun sikap
tabah untuk bertahan hidup adalah harapan untuk mempercepat efek perkembangan
treatment.
Risk for Psychopathology
Jumlah
penelitian yang berdasarkan populasi menunjukan bahwa anak dengan penyakit
kronis beresiko mengalami peningkatan perkembangan psikopatologi (Fritz &
McQuaid, 2000). Meninjau dari penelitian yang dilakukan mengidentikasikan bahwa
jumlah psikopatologi mencakup segala spectrum, dari dalam dan luar gangguan.
Depresi dan kecemasan biasa terjadi. Dalam jumlahnya, anak dengan penyakit
kronis lebih banyak daripada penyakit kesehatan fisik dalam perkembangan sosial
dan masalah akademik serta konsep diri yang buruk, selanjutnya beresiko pada
psikopatologi selama masa perkembangan.
Dukungan
Sosial
Ada bukti bahwa, secara umum, isolasi sosial
meningkatkan risiko gangguan psikologis dalam keluarga anak-anak dengan
penyakit kronis. Dukungan sosial, di
sisi lain, berfungsi sebagai faktor protektif.
Sayangnya, juga berarti hubungan dan
teman-teman tidak dapat memberikan dukungan ketika itu yang paling dibutuhkan
dalam proses. Ketika sebuah penyakit
kronis didiagnosis, keluarga sering menerima pada curahan simpati dan
bantuan. Namun, jumlah dukungan yang
diberikan kemungkinan akan berkurang seiring berjalannya waktu, bahkan sebagai
keluarga kegelisahan, stres dan praktis meningkatkan kesulitan selama penyakit
kronis.
Intervensi
Psychotherapeuticinterventions untuk
anak-anak dengan penyakit kronis akan sama berbagai efek dari gangguan dan psychopathologies
komorbiditas yang menyertainya.
Sebagaimana telah kita lihat, ini mencakup spektrum penuh dari
internalisasi (melakukan gangguan, perlawanan oposisi). Beberapa intervensi berfokus pada anak,
sementara yang lain melibatkan orang tua, sistem seluruh keluarga, dan bahkan
staf medis.
Sekian dan Terima kasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Anda