Senin, 02 Februari 2015

MODUL Psikoedukasi Orang Tua Anak Dengan Gangguan Mental dan Perilaku Akibat Penggunaan Zat Multipel Serta Penggunaan Zat Psikoaktif Lainnya


Hai semua... kali ini saya ingin memberikan contoh mengenai pembuatan modul terapi psikologi, yaitu:

MODUL
Psikoedukasi Orang Tua Anak Dengan Gangguan Mental dan Perilaku Akibat Penggunaan Zat Multipel Serta Penggunaan Zat Psikoaktif Lainnya

  1. Pendahuluan
Narkoba atau NAPZA merupakan bahan atau zat yang apabila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf pusat otak sehingga jika disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik, psikis/jiwa dan fungsi sosial. Karena itu Pemerintah memberlakukan Undang-undang (UU) untuk penyalahgunaan narkoba yaitu UU No.5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU No.22 tahun 1997 tentang Narkotika.
Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak terjerumus narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan narkoba pada anak-anak adalah dimulai dari pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan dapat mengawasi dan mendidik anaknya untuk selalu menjauhi narkoba.
  1. Pengertian
Psikoedukasi merupakan salah satu bentuk dari intervensi, baik untuk keluarga maupun klien yang merupakan bagian dari terapi psikososial. Tujuan dari program psikoedukasi adalah menambah pengetahuan tentang gangguan sehingga diharapkan dapat menurunkan angka kambuh dan meningkatkan fungsi keluarga. Tujuan ini akan dicapai melalui serangkaian kegiatan edukasi tentang gangguan, cara mengatasi gejala, dan kemampuan yang dimiliki keluarga (Stuart & Laraia, 2001).
Penelitian Family Psyhcoeducation (psikoedukasi keluarga) oleh Wardaningsih (2007) mengemukakan bahwa terdapat pengaruh Family psikoedukasi terhadap beban dan kemampuan keluarga dalam merawat klien dengan halusinasi. Psikoedukasi keluarga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga serta menurunkan beban subjektif keluarga. Penelitian Soep (2009) menyatakan bahwa ada perbedaan tingkat perbedaan depresi postpartum pada ibu yang mendapatkan intervensi psikoedukasi dan yang tidak mendapatkan intervensi psikoedukasi. Berdasarkan kedua penelitian tersebut menunjukkan bahwa psikoedukasi sangat dibutuhkan dan berrpengaruh terhadap keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan jiwa maupun masalah psikososial.

  1. Alasan memberikan intervensi
Pada akhir kegiatan diharapkan orang tua dapat memahami bahwa dengan bahaya NAPZA pada anak.

  1. Rancangan intervensi
Tabel Rancangan Intervensi Psikoedukasi
Tritmen
Tujuan
Target perilaku
Rancangan pertemuan
Psikoedukasi orang tua subyek
Memberikan informasi mengenai bahaya obat-obatan terlarang, minuman keras dan merokok pada remaja.
  • Orang tua subyek dapat memahami bahaya dari napza.
  • Orang tua subyek dapat membantu subyek untuk memberikan pembinaan kepada subyek agar tidak mudah terpengaruh lingkungan untuk mengkonsumsi obat-obatan terlarang, minuman keras dan terutama merokok yang selalu dilakukan subyek di dalam rumah.
  1. kali Pertemuan


  1. Tata ruang
  • Sebuah ruangan dengan ventilasi udara dan cahaya yang cukup
  • Satu set kursi tamu
  • Orang tua dan terapis dalam posisi berhadapan
  1. Media
  • Alat tulis, meja, kursi
  1. Materi
Dalam psikoedukasi, orang tua diberikan informasi bahaya obat-obatan terlarang, minuman keras dan merokok pada remaja. Hal ini akan dapat membantu orang tua untuk membantu mendisiplinkan anak untuk tidak mengkonsumsi obat-obatan terlarang, minuman keras dan merokok. Orang tua dapat membantu anak untuk mengalihkan keinginannya dengan melakukan kegiatan yang lebih positif seperti membantu orang tua agar tidak banyak bergaul dengan teman yang tidak baik, melarang keluar hingga larut malam dan mengalihkan keinginan merokok dengan menguyah permen atau mencari kegiatan yang mengalihkan pikirannya saat ingin mengkonsumsi rokok.
  1. Prosedur
  • Terapis membuka sesi pertemuan dengan membangun rapport yang baik dengan klien dengan cara melakukan pembincaraan ringan seputar kabar orang tua klien dan kesibukan orang tua klien.
  • Terapis kemudian bertanya mengenai perkembangan klien yang diketahui oleh orang tua klien
  • Terapis melanjutkan dengan memberikan informasi mengenai pentingnya menjauhkan klien dari merokok dan napza yang akan membahayakan kesehatannya.
  1. Metode
  • Ceramah
  1. Waktu : ± 90 menit




DAFTAR PUSTAKA

Stuart, G.W. (2009). Principle and practice of psychiatric nursing. St Louis: Mosby.

Soep. (2009). Pengaruh intervensi psikoedukasi dalam mengatasi depresi postpartum di RSU Dr. Pringadi Medan. Tesis (tidak diterbitkan). Medan: Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.

Wardaningsih, S. (2007). Pengaruh psikoedukasi pada kemampuan keluarga dalam merawat pasien dengan halusinasi di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Tesis (Tidak diterbitkan). Jakarta: Universitas Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar Anda