Hai
semua... kali ini saya ingin memberikan contoh mengenai pembuatan
modul terapi psikologi, yaitu:
MODUL
Psikoedukasi
Orang Tua Anak
Dengan Gangguan Mental
dan Perilaku Akibat
Penggunaan Zat
Multipel Serta
Penggunaan Zat Psikoaktif
Lainnya
- Pendahuluan
Narkoba
atau NAPZA merupakan bahan atau zat yang
apabila masuk ke dalam tubuh akan
mempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf pusat
otak sehingga jika disalahgunakan akan menyebabkan gangguan
fisik, psikis/jiwa dan fungsi sosial. Karena itu Pemerintah
memberlakukan Undang-undang (UU) untuk penyalahgunaan narkoba yaitu
UU No.5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU No.22 tahun 1997
tentang Narkotika.
Upaya
pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan namun masih sedikit
kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun
dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak terjerumus
narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah
penyalahgunaan narkoba pada anak-anak
adalah dimulai dari pendidikan keluarga.
Orang tua diharapkan dapat mengawasi dan mendidik anaknya untuk
selalu menjauhi narkoba.
- Pengertian
Psikoedukasi
merupakan salah satu bentuk dari intervensi, baik untuk keluarga
maupun klien yang merupakan bagian dari terapi psikososial. Tujuan
dari program psikoedukasi adalah menambah pengetahuan tentang
gangguan sehingga diharapkan dapat
menurunkan angka kambuh dan meningkatkan fungsi keluarga. Tujuan ini
akan dicapai melalui serangkaian kegiatan edukasi tentang gangguan,
cara mengatasi gejala, dan kemampuan yang dimiliki keluarga (Stuart &
Laraia, 2001).
Penelitian Family
Psyhcoeducation (psikoedukasi
keluarga) oleh Wardaningsih (2007) mengemukakan bahwa terdapat
pengaruh Family psikoedukasi
terhadap beban dan kemampuan keluarga dalam merawat klien dengan
halusinasi. Psikoedukasi keluarga dapat meningkatkan kesejahteraan
keluarga serta menurunkan beban subjektif keluarga.
Penelitian Soep (2009) menyatakan bahwa ada perbedaan tingkat
perbedaan depresi postpartum pada ibu yang mendapatkan intervensi
psikoedukasi dan yang tidak mendapatkan intervensi psikoedukasi.
Berdasarkan kedua
penelitian tersebut menunjukkan bahwa psikoedukasi sangat dibutuhkan
dan berrpengaruh terhadap
keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan
gangguan jiwa maupun masalah psikososial.
- Alasan memberikan intervensi
Pada
akhir kegiatan diharapkan orang tua dapat
memahami bahwa dengan bahaya NAPZA pada anak.
- Rancangan intervensi
Tabel
Rancangan Intervensi Psikoedukasi
-
TritmenTujuanTarget perilakuRancangan pertemuanPsikoedukasi orang tua subyekMemberikan informasi mengenai bahaya obat-obatan terlarang, minuman keras dan merokok pada remaja.
- Orang tua subyek dapat memahami bahaya dari napza.
- Orang tua subyek dapat membantu subyek untuk memberikan pembinaan kepada subyek agar tidak mudah terpengaruh lingkungan untuk mengkonsumsi obat-obatan terlarang, minuman keras dan terutama merokok yang selalu dilakukan subyek di dalam rumah.
- kali Pertemuan
- Tata ruang
- Sebuah ruangan dengan ventilasi udara dan cahaya yang cukup
- Satu set kursi tamu
- Orang tua dan terapis dalam posisi berhadapan
- Media
- Alat tulis, meja, kursi
- Materi
Dalam
psikoedukasi, orang tua diberikan informasi
bahaya obat-obatan terlarang, minuman keras dan
merokok pada remaja. Hal ini akan dapat
membantu orang tua untuk membantu mendisiplinkan
anak untuk tidak mengkonsumsi obat-obatan terlarang, minuman keras
dan merokok. Orang tua dapat membantu anak untuk mengalihkan
keinginannya dengan melakukan kegiatan yang lebih positif seperti
membantu orang tua agar tidak banyak bergaul dengan teman yang tidak
baik, melarang keluar hingga larut malam dan mengalihkan keinginan
merokok dengan menguyah permen atau mencari kegiatan yang mengalihkan
pikirannya saat ingin mengkonsumsi rokok.
- Prosedur
- Terapis membuka sesi pertemuan dengan membangun rapport yang baik dengan klien dengan cara melakukan pembincaraan ringan seputar kabar orang tua klien dan kesibukan orang tua klien.
- Terapis kemudian bertanya mengenai perkembangan klien yang diketahui oleh orang tua klien
- Terapis melanjutkan dengan memberikan informasi mengenai pentingnya menjauhkan klien dari merokok dan napza yang akan membahayakan kesehatannya.
- Metode
- Ceramah
- Waktu : ± 90 menit
DAFTAR
PUSTAKA
Stuart,
G.W. (2009). Principle and practice of psychiatric
nursing. St Louis: Mosby.
Soep.
(2009). Pengaruh intervensi psikoedukasi dalam mengatasi depresi
postpartum di RSU Dr. Pringadi Medan. Tesis (tidak diterbitkan).
Medan: Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.
Wardaningsih,
S. (2007). Pengaruh psikoedukasi pada kemampuan keluarga dalam
merawat pasien dengan halusinasi di Kabupaten Bantul, Yogyakarta.
Tesis (Tidak diterbitkan). Jakarta: Universitas Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Anda