Jumat, 06 Maret 2015

Kaki bergoyang..


     Hai semua... saya sering kali mendapati beberapa orang yang menggoyangkan kaki dan mungkin itu hal biasa yang mereka lakukan. Saya pernah bertanya, apa yang dipikirkan dan mereka rasakan saat kakinya mulai bergoyang, dan ternyata beberapa menjawab bahwa hal itu dilakukannya tanpa sengaja dan bahkan mereka tidak menyadari jika kakinya sedang bergerak. Nah sekarang kita bahas lebih lanjut mengenai kebiasaan menggoyangkan kaki. 
     Saat sedang duduk seringkali kita tidak menyadari kaki selalu bergerak dan bergoyang dengan sendirinya. Sampai pada akhirnya ada teguran dari orang di sebelah kita yang merasa cukup terganggu karena goyangan kaki kita atau ada pandangan sinis. Gerakan kaki saat duduk ini bisa berupa gerakan kaki yang bergoyang naik turun, mirip seperti gerakan kaki saat mengikuti irama hentakan musik yang sedang kita dengarkan. Goyangan kaki ini juga bisa berupa gerakan kaki ke arah samping. Akan tetapi gerakan terakhir ini jarang karena kebanyakan kaki yang bergerak tanpa disadari itu adalah gerakan kaki yang naik turun. 
      Ada satu pertanyaan muncul, mengapa saat duduk kadang kita tidak menyadari bahwa kaki sedang bergoyang dengan irama tertentu. Kaki yang selalu bergoyang saat duduk ini bisa disebabkan oleh banyak faktor. Beberapa faktor tersebut antara lain seperti uraian di bawah ini: Pertama, gerakan kaki yang disebabkan karena adanya rasa nyaman saat kaki sedang bergerak dan bergoyang. Gerakan kaki jenis ini biasanya merupakan gerakan refleks yang terjadi secara spontan. Jadi meskipun seseorang itu disuruh berhenti agar tidak menggoyangkan kaki, namun tanpa disadari beberapa saat kemudian gerakan kaki yang bergoyang ini terjadi lagi. Gerakan kaki ini bisa terjadi kapan saja pada waktu duduk. 
       Kedua, gerakan kaki juga bisa disebabkan karena sifat seseorang yang tidak bisa diam saat duduk atau tidak betah berlama-lama duduk. Ya, karena memang ada beberapa orang yang menderita saat disuruh diam dan duduk dalam waktu lama. Sehingga kadang tanpa disadari kaki-kaki mereka akan bergerak dan bergoyang mulai dari tahap pelan hingga semakin keras.
       Ketiga, saat dalam kondisi menunggu kadang kebosanan dan kejenuhan itu muncul. Misalnya pada saat kita duduk menunggu antrian panjang yang cukup lama, sering kita menggerakkan kaki untuk menjadi obat bosan dan membunuh rasa jenuh. Biasanya gerakan kaki ini bisa terjadi begitu keras, ketika sedang asyik bahkan kita tak menyadari kalau kaki kita sedang bergoyang.
       Keempat, kaki yang bergerak tanpa disadari ini bisa juga menjadi petunjuk bahwa seseorang itu dalam keadaan cemas, gugup, dan khawatir. Dalam kondisi seperti itu kaki yang bergerak menjadi pelarian terhadap rasa cemas, gugup dan khawatir. Stres dan pusing juga bisa menyebabkan kaki bergerak terus.
       Kelima, saat mendengarkan musik seringkali kaki juga bergerak mengikuti tabuhan drum dan irama musik. Ketika kita hanyut dalam irama musik seringkali juga secara tidak sadar kaki akan bergoyang mengikuti irama lagu yang kita dengarkan.
       Keenam, gerakan kaki akibat kedinginan danuntuk membuat peredaran darah di sekitar kaki tetap lancar mengalir, maka otak mengirimkan perintah agar (otot) kaki senantiasa bergerak. 
        Dalam bidang klinis terdapat istilah yang dapat menjelaskan gerakan kaki ini yaitu Restless Legs Syndrome (RLS), atau sindrom kaki aktif. Sindrom terhadap kaki yang bergerak. Restless Leg Syndrome (RLS) dijelaskan sebagai gejala fisiologis yang harus segera diberi penangan. Hal ini membuat tubuh merasa tidak nyaman baik dalam keadaan duduk maupun dalam keadaan berbaring. RLS dapat membuat seseorang sulit tidur pada malam hari dan juga pada saat melakukan perjalanan dengan kendaraan. RLS juga dapat diartikan sebagai suatu kondisi neurologis yang digambarkan dengan suatu keinginan yang tidak tertahankan untuk  menggerakkan kaki. 
     Menurut dr Isti Suharjanti SpS, spesialis saraf RSU Dr.Soetomo Surabaya. RLS merupakan gangguan sensorik dan motorik. Seseorang yang terserang gangguan tersebut cenderung bergerak pada saat istirahat (gangguan motorik). “Namun, yang bergerak hanya tungkai bawah, tak seluruh tubuh,”. RLS yang parah dapat ditandai dengan : merangkak, perasaan geli, kejang, merayap, menarik kaki saat berjalan, nyeri, perasaan seperti tersetrum, tidak nyaman, gatal, rasa seperti digrogoti, sakit, rasa seperti terbakar, kaku, sulit menggerakkan kaki. 
      Sampai saat ini, penyebab RLS belum diketahui secara pasti. namun, banyak ahli menduga, ada dua penyebab, yaitu:
Penyebab Primer => yang tergolong penyebab primer adalah genetik
Penyebab Sekunder => bisa disebabkan kekurangan besi, kelainan fungsi ginjal, diabetes mellitus, kehamilan pada trimester terakhir, orang yang menjalani hemodialisis, ataupun pengidap Parkinson’s disease

       RLS dapat dialami oleh siapa saja dan semua umur. Beberapa menyebutnya sebagai gerakan karena nervous atau gugup. Padahal, RLS bukan sepenuhnya karena kegugupan ataupun rasa bosan atas suatu situasi yang sama seperti menunggu, duduk lama di pesawat terbang dan sebagainya.  Menurut Mayo Clinic, RLS bukan penyakit yang mudah dianalisis dalam waktu yang singkat. Sebab, RLS juga berhubungan dengan otak. Karena perintah otak lah, kaki bergoyang-goyang, bergerak seperti orang menjahit. Beberapa peneliti bahkan mendapatkan hasil riset bahwa RLS diturunkan secara genetik, karena berkaitan dengan kromosom-kromosom yang sama dalam sebuah keluarga besar. Riset lainnya menunjukkan bahwa RLS biasa terjadi pada perempuan hamil karena hormon-hormon yang berubah saat kehamilan. RLS juga ditemukan terjadi pada orang yang menderita penyakit kronis seperti diabetes dan kecanduan alkohol. Orang yang mengalami kekurangan zat besi dan sakit ginjal biasanya juga mengalami RLS. 


CARA MENGURANGI KAKI BERGOYANG
-        - Olahraga seperti jalan kaki baik untuk meringankan gejala RLS. Juga bisa lakukan peregangan untuk otot betis, bokong, paha sebelum tidur
-        - Mandi air hangat sebelum tidur akan merelaksasi otot-otot dan meminimalisasi gejala RLS
-        - Lakukan pernafasan dalam dan belajarlah cara melakukan relaksasi serta menjadikan lingkungan sekitar lebih nyaman
-       -  Ubah posisi tidur beberapa kali. Jadwal tidur yang teratur juga membantu membiasakan tubuh dan pikiran untuk menikmati tidur yang baik.
-      -   Istirahatlah jika merasa lelah
-       -  Jaga tubuh tetap hangat dalam cuaca dingin , misal menggunakan kaos kaki dan jaket
-        - Perbanyak mengkonsumsi makanan sumber zat besi, seperti bayam, brokoli, buncis dll. Atau suplementasi zat besi.
-        - Biasakan untuk mengontrol kaki saat mulai ingin bergerak

Semoga bermanfaat..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar Anda