Hai semua... saya sering kali mendapati
beberapa orang yang menggoyangkan kaki dan mungkin itu hal biasa yang mereka
lakukan. Saya pernah bertanya, apa yang dipikirkan dan mereka rasakan saat
kakinya mulai bergoyang, dan ternyata beberapa menjawab bahwa hal itu
dilakukannya tanpa sengaja dan bahkan mereka tidak menyadari jika kakinya
sedang bergerak. Nah sekarang kita bahas lebih lanjut mengenai kebiasaan
menggoyangkan kaki.
Saat sedang duduk seringkali kita tidak
menyadari kaki selalu bergerak dan bergoyang dengan sendirinya. Sampai pada
akhirnya ada teguran dari orang di sebelah kita yang merasa cukup terganggu
karena goyangan kaki kita atau ada pandangan sinis. Gerakan kaki saat duduk ini bisa berupa gerakan kaki
yang bergoyang naik turun, mirip seperti gerakan kaki saat mengikuti irama
hentakan musik yang sedang kita dengarkan. Goyangan kaki ini juga bisa berupa
gerakan kaki ke arah samping. Akan tetapi gerakan terakhir ini jarang karena
kebanyakan kaki yang bergerak tanpa disadari itu adalah gerakan kaki yang naik
turun.
Ada satu pertanyaan muncul, mengapa saat duduk
kadang kita tidak menyadari bahwa kaki sedang bergoyang dengan irama tertentu.
Kaki yang selalu bergoyang saat duduk ini bisa disebabkan oleh banyak faktor.
Beberapa faktor tersebut antara lain seperti uraian di bawah ini: Pertama,
gerakan kaki yang disebabkan karena adanya rasa nyaman saat kaki sedang
bergerak dan bergoyang. Gerakan kaki jenis ini biasanya merupakan gerakan
refleks yang terjadi secara spontan. Jadi meskipun seseorang itu disuruh
berhenti agar tidak menggoyangkan kaki, namun tanpa disadari beberapa saat
kemudian gerakan kaki yang bergoyang ini terjadi lagi. Gerakan kaki ini bisa
terjadi kapan saja pada waktu duduk.
Kedua, gerakan kaki juga bisa disebabkan
karena sifat seseorang yang tidak bisa diam saat duduk atau tidak betah
berlama-lama duduk. Ya, karena memang ada beberapa orang yang menderita saat
disuruh diam dan duduk dalam waktu lama. Sehingga kadang tanpa disadari
kaki-kaki mereka akan bergerak dan bergoyang mulai dari tahap pelan hingga
semakin keras.
Ketiga, saat dalam kondisi menunggu
kadang kebosanan dan kejenuhan itu muncul. Misalnya pada saat kita duduk
menunggu antrian panjang yang cukup lama, sering kita menggerakkan kaki untuk
menjadi obat bosan dan membunuh rasa jenuh. Biasanya gerakan kaki ini bisa
terjadi begitu keras, ketika sedang asyik bahkan kita tak menyadari kalau kaki
kita sedang bergoyang.
Keempat, kaki yang bergerak tanpa
disadari ini bisa juga menjadi petunjuk bahwa seseorang itu dalam keadaan
cemas, gugup, dan khawatir. Dalam kondisi seperti itu kaki yang bergerak
menjadi pelarian terhadap rasa cemas, gugup dan khawatir. Stres dan pusing juga
bisa menyebabkan kaki bergerak terus.
Kelima, saat mendengarkan musik
seringkali kaki juga bergerak mengikuti tabuhan drum dan irama musik. Ketika
kita hanyut dalam irama musik seringkali juga secara tidak sadar kaki akan
bergoyang mengikuti irama lagu yang kita dengarkan.
Keenam, gerakan kaki akibat kedinginan
danuntuk membuat peredaran darah di sekitar kaki tetap lancar mengalir, maka
otak mengirimkan perintah agar (otot) kaki senantiasa bergerak.
Dalam bidang klinis terdapat istilah yang dapat menjelaskan gerakan kaki ini yaitu Restless Legs Syndrome (RLS), atau sindrom kaki aktif. Sindrom terhadap kaki yang bergerak. Restless Leg Syndrome (RLS) dijelaskan sebagai gejala fisiologis yang harus
segera diberi penangan. Hal ini membuat tubuh merasa tidak nyaman baik dalam
keadaan duduk maupun dalam keadaan berbaring. RLS dapat membuat seseorang sulit
tidur pada malam hari dan juga pada saat melakukan perjalanan dengan kendaraan.
RLS juga dapat diartikan sebagai suatu kondisi neurologis yang digambarkan
dengan suatu keinginan yang tidak tertahankan untuk menggerakkan
kaki.
Menurut dr Isti Suharjanti SpS,
spesialis saraf RSU Dr.Soetomo Surabaya. RLS merupakan gangguan sensorik dan
motorik. Seseorang yang terserang gangguan tersebut cenderung bergerak pada
saat istirahat (gangguan motorik). “Namun, yang bergerak hanya tungkai bawah,
tak seluruh tubuh,”. RLS yang parah dapat ditandai dengan : merangkak, perasaan
geli, kejang, merayap, menarik kaki saat berjalan, nyeri, perasaan seperti
tersetrum, tidak nyaman, gatal, rasa seperti digrogoti, sakit, rasa seperti
terbakar, kaku, sulit menggerakkan kaki.
Sampai saat ini, penyebab RLS
belum diketahui secara pasti. namun, banyak ahli menduga, ada dua penyebab,
yaitu:
Penyebab Primer => yang
tergolong penyebab primer adalah genetik
Penyebab Sekunder => bisa
disebabkan kekurangan besi, kelainan fungsi ginjal, diabetes mellitus,
kehamilan pada trimester terakhir, orang yang menjalani hemodialisis, ataupun
pengidap Parkinson’s disease
RLS dapat dialami oleh siapa saja dan
semua umur. Beberapa menyebutnya sebagai gerakan karena nervous atau gugup.
Padahal, RLS bukan sepenuhnya karena kegugupan ataupun rasa bosan atas suatu
situasi yang sama seperti menunggu, duduk lama di pesawat terbang dan
sebagainya. Menurut Mayo Clinic, RLS bukan penyakit yang mudah dianalisis
dalam waktu yang singkat. Sebab, RLS juga berhubungan dengan otak. Karena
perintah otak lah, kaki bergoyang-goyang, bergerak seperti orang menjahit.
Beberapa peneliti bahkan mendapatkan hasil riset bahwa RLS diturunkan secara
genetik, karena berkaitan dengan kromosom-kromosom yang sama dalam sebuah
keluarga besar. Riset lainnya menunjukkan bahwa RLS biasa terjadi pada
perempuan hamil karena hormon-hormon yang berubah saat kehamilan. RLS juga
ditemukan terjadi pada orang yang menderita penyakit kronis seperti diabetes
dan kecanduan alkohol. Orang yang mengalami kekurangan zat besi dan sakit
ginjal biasanya juga mengalami RLS.
CARA MENGURANGI KAKI BERGOYANG
- - Olahraga seperti jalan kaki baik untuk meringankan gejala RLS. Juga bisa lakukan
peregangan untuk otot betis, bokong, paha sebelum tidur
- - Mandi air hangat sebelum tidur akan merelaksasi otot-otot dan
meminimalisasi gejala RLS
- - Lakukan pernafasan dalam dan belajarlah cara melakukan
relaksasi serta menjadikan lingkungan sekitar lebih nyaman
- - Ubah posisi tidur beberapa kali. Jadwal tidur yang teratur
juga membantu membiasakan tubuh dan pikiran untuk menikmati tidur yang baik.
- - Istirahatlah jika merasa lelah
- - Jaga tubuh tetap hangat dalam cuaca dingin , misal
menggunakan kaos kaki dan jaket
- - Perbanyak mengkonsumsi makanan sumber zat besi, seperti
bayam, brokoli, buncis dll. Atau suplementasi zat besi.
- - Biasakan untuk mengontrol kaki saat mulai ingin bergerak
Semoga bermanfaat..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Anda