Senin, 30 Januari 2017

Cakupan Pembelajaran ABK



       Hai semua..kali ini saya ingin membahas mengenai pelaksanaan pembelajaran yang  dapat  diaplikasikan untuk anak berkebutuhan khusus.  Anak berkebutuhan  khusus itu sendiri adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukkan pada ketidakmampuan mental, emosi dan fisik. Yang termasuk anak berkebutuhan khusus antara lain: tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, kesulitan belajar, anak dengan gangguan perilaku, anak berbakat, anak dengan gangguan kesehatan. Karena karakteristik dan hambatan yang dimiliki, ABK memerlukan bantuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka, contohnya bagi tunanetra mereka memerlukan modifikasi teks bacaan menjadi tulisan braille dan tunarungu berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Untuk pelaksanaan pembelajaran ABK yang pada umumnya mencakup:

1. Materi  Pembelajaran
Materi yang disajikan pada umumnya sama di setiap sekolah, hanya saja materi khusus untuk ABK lebih dipersempit mengikuti kemampuan anak berkebutuhan khusus, yang biasanya mereka memiliki perilaku yang berbeda-beda seperti bisa sangat aktif dalam pembelajaran dan bisa  menjadi  sangat pasif atau tidak memperhatikan pelajaran sama sekali.

2. Model Pembelajaran
Model  mempunyai arti acuan, format, ragam dari sseuatu yang akan dibuat atau dihasilkan. Model adalah tampilan grafis untuk menentukan prosedur kerja yang teratur dan sistematis namun di dalamnya juga mengandung pemikiran-pemikiran yang bersifat uraian dan didalamnya juga mengandung penjelasan-penjelasan. Dapat juga dikatakan, bahwa model adalah sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman atau acuan  dalam melakukan suatu kegiatan  (Harjanto,2005).
Model-model pembelajaran menurut Joyce dan BR. Weil, sebagaimana dikutip oleh Hidayat (2009) dapat  diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok besar yaitu behavior modification,sosial instruction, personalsource dan information processing (Hidayat,2009).
Selain itu, dijabarkan mengenai model pembelajaran seperti kontektual (konteks kehidupan sehari-hari),  kooperatif/Cooperative learning (menekankan kerja sama di antara peserta didik di kelas), inquiry learning (berbagai fenomena yang dipelajari) , paikem (pembelajaran aktif,kreatifdan menarik, menyenangkan).

3. Pendekatan pembelajaran
Roy Kellen (dalam Rusman, 2009) mengemukakan terdapat dua pendekatan dalam pembelajaran, yaitu pendekatan  yang berpusat pada guru (teacher-centered approaches) dan pendekatan yang berpusat  pada peserta didik (student- centered approaches). Pendekatan yang berpusat pada guru menurunkan strategi pembelajaran langsung (direct instruction), pembelajaran deduktif atau pembelajaran ekspositori. Sementara itu, pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik menurunkan strategi pembelajaran inquiry dan discovery serta pembelajaran induktif.

4. Strategi pembelajaran
Strategi  pendidikan diartikan sebagai a plan, method or series of activities designed to achieves a particular educational goal. Jadi, dengan demikian strategi pembelajaran kaitannya dengan pembelajaran yang diarahkan, dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pembelajaran (Sanjaya,2011).
Strategi pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam 3 bagian yaitu exposition discovery learning (strategu penyampaian penemuan), group individual learning (strategi pembelajaran individual) dan method learning (strategi dengan menggunaakan metode) (Sanjaya,2011).

5.  Metode pembelajaran
Pada dasarnya metode dalam pembelajaran untuk anak berkebutuhan khusus sama halnya yang digunakan di sekolah-sekolah normal lainnya yaitu ceramah, demonstrasi, pemberian tugas dan metode-metode yang berpusat pada guru, serta lebih menekankan pada interaksi peserta didik. Intinya bagi guru disini dalam memilih metode harus disesuaikan dnegan kondisi peserta didik  yang ada supaya pembelajaran tersebut dapat berjalan dengan kondusif, begitu juga dengan strategi yang digunakan harus disesuaikan dengan tujuan, kondisi peserta didik dan media yang tersedia.

6. Teknik pembelajaran
Teknik adalah cara yang dilakukan seseorang dalam rangka mengimplementasikan suatu metode. Misalnya cara yang harus dilakukan agar metode ceramah berjalan dengan efektif dan efesien, sebaiknya memperhatikan kondisi dan situasu. Misalnya berceramah pada siang hari dengan jumlah peserta didik yang banyak tentu saja akan berbeda jika dilakukan di pagi hari dengan peserta didik yang terbatas.

7.       Model pembelajaran
Model pembelajaran adalah bingkai dari semya istilah yang digunakan tersebut, yaitu pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran.
Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru di dalam kelas. Dalam model pembelajaran terdapat strategi pencapaian kompetensi peserta didik dengan pendekatan, metode dan teknik pembelajaran. Pendekatan adalah konsep dasar yang mewadahi, menginspirasi, menguatkan, melatari metode pembelajaran. Metode pembelajaran adalah langkah-langkah yang digukan guru dalam pencapaian tujuan pembelajaran, atau merupakan jabaran dari pendekatan. Sedangkan teknik pembelajaran adalah turunan dari metode untuk mengaplikasikan metode pembelajaran secara langsung, aplikatif dan nyata.

8. Media pembelajaran
Aspek lain yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media adalah prinsip pembelajaran anak berkebutuhan khusus yaitu anak berkebutuhan khusus memiliki karakteristik dan kebutuhan belajar individual, anak berkebutuhan khusus memiliki keterbatasan perilaku  adaptif, anak berkebutuhan khusus memiliki potensi diri meskipun terbatas, tetapi dapat dikembangkan melalui belajar, anak berkebutuhan khusus dalam belajar berdasar pada prinsip totalitas, kesederhanaan, kekonkritan dan berulang-ulang, anak berkebutuhan khusus mutlak memerlukan media belajar seperti media audio bagi anak yang kurang pendengaran.

9. Evaluasi
Dalam kegiatan evaluasi, terdapat suatu alat untuk mengukur keadaan suatu objek yang gunanya dapat mempermudah seseorang untuk melaksanakan tugas atau mencapai tujuan secara lebih efektif dan efisien. Penilaian hasil belajar juga sudah berdasarkan kaidah umum dalam evaluasi pembelajadan untuk kelas inklusi. Kaidah tersebut mencakupi beberapa pengertian dasar penilaian, prinsip dasar penialian, teknik, instrumen, prosedur dan mekanisme penialian, serta perbedaan kewenangan penilaian hasil belajar oleh pendidik, sekolah dan pemerintah.
Evaluasi pembelajaran menggunakan tes dan bukan tes (non tes), untuk tesnya ada ulangan pada saat-saat tertentu jika memungkinkan. Berkaitan dengan soalnya sesuai dengan materi yang telah diberikan, bentuk soal seperti pilihan ganda juga bentuk soal dengan uraian. Selanjutnya untuk non tesnya nilai dari perkembangan berkaitan dengan aktivitas peserta didik di kelas.

Demikian sedikit pembahasan dari saya, semoga bermanfaat.

Daftar pustaka:
Rusman (2009). Manajemen Kurikulum. Jakarta: Rajawali Pers.
Sanjaya, W. (2011). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media.
Harjanto (2005). Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Reneka Cipta.
Hidayat (2005). Jurnal el-Hikmah Fakultas UIN Malang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar Anda