Selasa, 10 Januari 2017

Multiple Intelligences

       


ai semua... Kali ini saya ingin membahas mengenai multiple intelligence. Tahukah anda jika setiap orang memiliki tingkat intelegensi yang berbeda-beda. Intelligences is ability to resolve genuine problems or difficulties that he or she encounters and The potential for finding or creating problems. IQ dapat berubah dan berkembang tergantung oleh pengalaman dan lingkungan. Semakin banyak cabang otak, maka semakin tinggi tingkat kecerdasan seseorang. Selain itu, adanya kebiasaan belajar setiap orang dapat meningkatkan kecerdasan seseorang.
       Multiple intelligences terbagi menjadi:
1.      Kecerdasan Linguistik
       Keterampilan Kerja yang dapat ditunjukkan seperti berbicara, memberitahu, menginformasikan, memberikan perintah, menulis, mengungkapkan dengan kata-kata, berbicara bahasa asing, menafsirkan, menerjemahkan, mengajar, berceramah, berdiskusi, berdebat, meneliti, mendengarkan (kata-kata), menyalin, mengoreksi, menyunting, mengolah kata, mengarsipkan, melaporkan. Strategi pembelajarannya dengan cara bercerita, menulis, publikasi, debat. Contoh Profesi: pustakawan, pengarsip, kurator, editor, penerjemah, ahli patologi bicara, penulis, penyiar radio/TV, jurnalis, asisten legal, pengacara, sekretaris, pengetik, korektor, guru bahasa Inggris.
2.      Kecerdasan Logis-Matematis
       Keterampilan yang dapat ditunjukkan seperti merancang keuangan, menyusun anggaran, membuat hipotesis, membuat estimasi, menghitung, mengkalkulasi, menggunakan statistik, mengaudit, menganalisa, mengelompokkan, mengurutkan. Strategi pembelajarannya dengan cara melakukan kalkulasi dan kuantifikasi, Klasifikasi dan kategorisasi, Membuat analogi, mengusulkan kemungkinan solusi masalah, mencari gagasan utama bacaan. Contoh Profesi: auditor, akuntan, agen pembeli, petugas asuransi, ahli matematika, ilmuwan, ahli statistik, juru taksir, analis komputer, ekonom, teknisi, petugas pembukuan, guru ilmu alam
3.      Kecerdasan Spasial
       Keterampilan Kerja yang dapat ditunjukkan seperti menggambar, melukis, memvisualisasikan, membuat presentasi visual, merancang, membayangkan, menemukan, mengilustrasikan, mewarnai, membuat draft, membuat grafik, membuat peta, memotret, menghias, membuat film. Strategi pembelajarannya dengan cara melakukan visualisasi (memejamkan mata dan membayangkan apa saja yang baru mereka baca), Penggunaan warna , Metafora (menceritakan sesuatu menggunakan gambar), Sketsa gagasan (gambar sketsa spt mind map), symbol grafis  (tulisan dan gambar). Contoh Profesi: insinyur, petugas survey, arsitek, ahli tata letak kota, seniman grafis, desainer interior, fotografer, guru kesenian, penemu, pembuat peta, pilot, seniman rupa, pematung
4.      Kecerdasan Musical
       Keterampilan Kerja yang dapat ditunjukkan seperti bernyanyi, memainkan alat musik, menggubah lagu, menyusun aransemen, mendengarkan, membedakan (nada), menyetel (nada), mengorkestrasikan, menganalisa dan mengkritisi (aliran-aliran musik). Strategi pembelajarannya dengan cara membuat lagu tentang materi pelajaran Musik. Keterampilan Kerja: bernyanyi, memainkan alat musik, menggubah lagu, menyusun aransemen, mendengarkan, membedakan (nada), menyetel (nada), mengorkestrasikan, menganalisa dan mengkritisi (aliran-aliran musik).
5.      Bodily-Kinesthetic
       Keterampilan Kerja yang dapat ditunjukkan seperti menyusun, menyeimbangkan, mengangkat, membawa, berjalan, berlari, membuat prakarya, memperagakan (busana), menari, berolahraga,, berwisata. Strategi pembelajarannya dengan cara Respons tubuh , Bermain peran ,Permainan Tebak kata menggunakan gerakan ,Hands on thinking. Contoh Profesi: terapis fisik, pegawai di tempat rekreasi, penari, aktor, model, petani, montir, tukang kayu, pengrajin, guru olahraga, pegawai pabrik, penata tari, atlet profesional, jagawana, ahli permata.
6.      Kecerdasan Interpersonal
       Keterampilan yang dapat ditunjukkan seperti berkomunikasi, berempati, membimbing, menilai orang, membujuk, memotivasi, menjual, menginspirasikan, menyemangati, mengawasi, berunding, bekerja sama, mengkonfrontasi, mewawancara. Strategi pembelajarannya dengan cara melakukan sharing dengan teman sekelas, Kerja kelompok kolaboratif dan kooperatif, Simulasi. Contoh Profesi: direktur, manajer, kepala sekolah, pegawai personalia, arbiter, sosiolog, antropolog, konselor, psikolog, perawat, pegawai public relation, pramuniaga, agen wisata, direktur sosial
7.      Intrapersonal
       Keterampilan Kerja yang dapat ditunjukkan seperti bekerja sendiri, mempromosikan diri, menetapkan tujuan, berinsiatif, merencanakan, berinstrospeksi, memahami diri. Individu yang sukses biasanya berasal dari individu yang memiliki kecerdasan intrapersonal, karena ia mengetahui kapan ia harus bangkit dan menyemangati diri sendiri. Strategi pembelajarannya dengan cara Refleksi satu menit, Menceritakan pengalaman pribadi yg berhubungan dengan materi pelajaran, Momentum mengekspresikan perasaan , Merumuskan tujuan, menceritakan diri dengan menggambar, aktivitas yang ditambah dan ada yang dikurangi, merenung dan refleksi sejenak, menemukan diri sendiri. Contoh Profesi: psikolog, pemuka agama, guru psikologi, terapis, konselor, teolog, perencana program, pengusaha
8.      Naturalis
Strategi pembelajarannya dengan cara Jalan-jalan di alam terbuka, Penggunaan tanaman dan hewan sebagai media, Ekostudi.

PENILAIAN BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCES:
      Penilaian autentik dapat menguji pemahaman seseorang tentang pelajaran secara lebih menyeluruh dibandingkan menggunakan tes pilihan ganda atau isian
      Dokumentasikan hasil kerja berupa: catatan tertulis, contoh has karya, rekaman video, jurnal siswa, menggunakan tes standar dengan aturan yang longgar, missal siswa dibolehkan menjawab dengan menggunakan gambar, music, atau cara lain.


Demikian pemaparan dari saya, semoga bermanfaat..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar Anda