Hai semua... apa kabar para perantau.. Jika kalian jalan-jalan ke Kalimantan Timur, jangan lupa mampir ke tempat-tempat berikut ini ya...:
1. Air Terjun Jantur Gemuruh
Obyek wisata
air terjun Jantur Gemuruh terletak di desa Mapan. Keistimewaan Air Terjun
Jantur Gemuruh ini terdapat candi peninggalan Hindu yang dikenal dengan batu
Begulur. Terdapat juga lorong-lorong yang dibuat di bawah tanah dengan lapisan
batu yang panjangnya 50 meter. Lokasi ini cocok untuk dijadikan lokasi penelitian
pihak kepurbakalaan.
2.
Air Terjun
Long Pin
Di lokasi ini
Anda dapat menikmati pemandangan yang indah sambil berbenah diri dengan
bermandikan air jernih karena di bagian hilir membentuk danau yang indah,
dikelilingi bebatuan alami sehingga menambah keasrian alamnya.
3. Air
Terjun Tanah Merah
Terletak sekitar
14 km dari pusat kota Samarinda tepatnya di dusun Purwosari kecamatan Samarinda
Utara. Tempat ini merupakan pilihan tepat bagi wisata keluarga karena
dilengkapi pendopo istirahat, tempat berteduh dengan pohon peneduh di sekitar
lokasi, warung, areal parkir kendaraan yang luas, pentas terbuka dan tempat
pemandian. untuk mencapai obyek wisata tersebut, dapat ditempuh dengan
kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat serta angkutan umum trayek Pasar
Segiri - Sungai Siring.
4. Bukit
Bangkirai
A.
Bukit
Bangkirai merupakah salah satu obyek wisata di Kalimantan Timur yang menarik
untuk dikunjungi. Wisatawan dapat merasakan suasana hutan hujan
tropis (tropical rain forest) yang masih sangat alami. Dalam Bukit
Bangkirai juga terdapat banyak binatang satwa. Bukit Bangkirai yang memiliki
luas sekitar 1.500 hektar ini merupakan kawasan hutan konservasi yang bertujuan
untuk mengembangkan monumen hutan alam tropika basah. Hutan wisata ini
dapat dijadikan sebagai media pendidikan alam dan lingkungan, atau bahkan
juga dapat dijadikan sebagai obyek penelitian.
Dinamakan Bukit Bangkirai karena di kawasan hutan wisata ini terdapat banyak pohon Bangkirai yang tumbuh. Bahkan, pohon-pohon tersebut telah berumur lebih dari 150 tahun dengan ketinggian mencapai 40 hingga 50 meter dan diameternya 2,3 meter. Bukit Bangkirai diresmikan pada tanggal 14 Maret 1998.
B. Keistimewaan
Salah satu keistimewaan Bukit Bangkirai adalah adanya tantangan bagi wisatawan untuk mencoba berjalan menyusuri canopy bridge (jembatan gantung) yang tingginya mencapai 30 meter dari pemukaan tanah. Panjang keseluruhan canopy bridge adalah 64 meter yang menghubungkan 5 pohon Bangkirai. Bagi wisatawan yang mempunyai masalah dengan ketinggian dapat mencobanya sebagai salah satu terapi alternatif. Dari atas canopy bridge wisatawan dapat melihat panorama hutan hujan tropis disertai dengan desiran angin kencang nan sejuk. Jembatan rasanya terus berayun-ayun ketika baru melangkah separuh jalan. Namun demikian, sesekali mencobanya pasti kita akan merasa senang dan tertantang. Canopy bridge tersebut merupakan yang pertama di Indonesia, kedua di Asia, dan kedelapan di dunia.
C. Lokasi
Bukit Bangkirai terletak di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia.
D. Akses
Untuk menuju Bukit Bangkirai wisatawan perlu menempuh jarak sekitar 150 km dari Kota Tenggarong atau Samarinda. Dari Kota Balikpapan hanya berjarak 58 km. Atau dari ibukota Kecamatan Samboja hanya berjarak sekitar 20 km. Perjalanan dapat ditempuh dengan jalur darat, baik kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat.
E. Tiket
(Dalam proses pengumpulan data)
F. Akomodasi dan Fasilitas Lain
Obyek wisata Bukit Bangkirai dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai. Ada gedung pertemuan yang mampu menampung 100 orang, ada restoran dengan sajian menu yang bervariasi, dan penginapan (cottage) dengan fasilitas AC maupun penginapan jugle cabin, yaitu penginapan alami yang tidak dilengkapi fasilitas listrik. Pengunjung yang ingin menikmati dapat menghubungi PT Inhutani Balikpapan di nomor telepon (0542) 736066-734644
Dinamakan Bukit Bangkirai karena di kawasan hutan wisata ini terdapat banyak pohon Bangkirai yang tumbuh. Bahkan, pohon-pohon tersebut telah berumur lebih dari 150 tahun dengan ketinggian mencapai 40 hingga 50 meter dan diameternya 2,3 meter. Bukit Bangkirai diresmikan pada tanggal 14 Maret 1998.
B. Keistimewaan
Salah satu keistimewaan Bukit Bangkirai adalah adanya tantangan bagi wisatawan untuk mencoba berjalan menyusuri canopy bridge (jembatan gantung) yang tingginya mencapai 30 meter dari pemukaan tanah. Panjang keseluruhan canopy bridge adalah 64 meter yang menghubungkan 5 pohon Bangkirai. Bagi wisatawan yang mempunyai masalah dengan ketinggian dapat mencobanya sebagai salah satu terapi alternatif. Dari atas canopy bridge wisatawan dapat melihat panorama hutan hujan tropis disertai dengan desiran angin kencang nan sejuk. Jembatan rasanya terus berayun-ayun ketika baru melangkah separuh jalan. Namun demikian, sesekali mencobanya pasti kita akan merasa senang dan tertantang. Canopy bridge tersebut merupakan yang pertama di Indonesia, kedua di Asia, dan kedelapan di dunia.
C. Lokasi
Bukit Bangkirai terletak di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia.
D. Akses
Untuk menuju Bukit Bangkirai wisatawan perlu menempuh jarak sekitar 150 km dari Kota Tenggarong atau Samarinda. Dari Kota Balikpapan hanya berjarak 58 km. Atau dari ibukota Kecamatan Samboja hanya berjarak sekitar 20 km. Perjalanan dapat ditempuh dengan jalur darat, baik kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat.
E. Tiket
(Dalam proses pengumpulan data)
F. Akomodasi dan Fasilitas Lain
Obyek wisata Bukit Bangkirai dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai. Ada gedung pertemuan yang mampu menampung 100 orang, ada restoran dengan sajian menu yang bervariasi, dan penginapan (cottage) dengan fasilitas AC maupun penginapan jugle cabin, yaitu penginapan alami yang tidak dilengkapi fasilitas listrik. Pengunjung yang ingin menikmati dapat menghubungi PT Inhutani Balikpapan di nomor telepon (0542) 736066-734644
Kawasan wisata
Bukit Bangkirai berlokasi di jln.Samarinda-Balikpapan Km 38. Untuk mencapai
lokasi ini ± 20 km masuk kearah jln.Samboja-Petung. Dari Balikpapan, kawasan
ini berjarak tempuh 90 menit ± 58 km, sedangkan dari Tenggarong dan Samarinda ±
berjarak 150 km. Kawasan wisata Bukit Bangkirai merupakan obyek wisata
petualang yang berada dalam kawasan hutan primer dan merupakan bagian dari
kawasan hutan hujan tropis yang dikelola oleh PT.Inhutani.
Selain suasana pemandangan hutan yang alami dengan berbagai flora dan faunanya, kawasan wisata Bukit Bangkirai menawarkan atraksi utama yang menjadi kekhasan kawasan wisata ini, yaitu Jembatan Tajuk (canopy Bridge) yang memiliki ketinggian 30 mtr dari permukaan tanah.
Selain suasana pemandangan hutan yang alami dengan berbagai flora dan faunanya, kawasan wisata Bukit Bangkirai menawarkan atraksi utama yang menjadi kekhasan kawasan wisata ini, yaitu Jembatan Tajuk (canopy Bridge) yang memiliki ketinggian 30 mtr dari permukaan tanah.
5.
Danau
Jempang

Danau Jempang terletak di Kecamatan
Jempang dengan luas kurang lebih 150 km² (15.000 ha). Danau yang ada di Kojo
(100 ha), Danau Berambai (30 ha), Danau Malinau (25 ha), dan Danau Loa Maong
(100 ha). Semua danau-danau ini merupakan penghasil ikan air tawar yang memasok
sebagian besar ikan air tawar di Kalimantan Timur.
6.
Kebun
Raya Unmul Samarinda

Selayang Pandang
Kebun Raya Samarinda merupakan obyek wisata yang unik karena memadukan rekreasi dengan pendidikan seputar alam dan lingkungan. Luas keseluruhan kebun raya ini adalah 300 hektar. Pada awalnya, kebun raya ini merupakan areal HPH CV Kayu Mahakam milik Ali Akbar Afloes. Pada tahun 1974, pemiliknya menyerahkan 300 hektar di kawasan Gunung Kapur kepada Rektor Universitas Mulawarman ketika itu, R. Sambas Wirakusumah untuk dijadikan sebagai hutan konservasi. Hal itu ternyata didukung penuh melalui keputusan Gubernur Provinsi Kalimantan Timur dan Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Timur. Pada tahun 1997, Walikota Samarinda mendukung program tersebut dengan memfungsikan kebun raya tersebut sebagai hutan pendidikan dan kebun botani bagi civitas akademik Universitas Mulawarman.
Sejak diresmikan sebagai hutan pendidikan, kawasan tersebut sering digunakan sebagai tempat kegiatan kemahasiswaan, lokasi penelitian, dan praktik kerja lapangan (PKL) mahasiswa. Tidak hanya mahasiswa Universitas Mulawarman saja yang hanya diperbolehkan mengakses kawasan tersebut. Mahasiswa dari luar Universitas Mulawarman atau dari luar negeri juga diperbolehkan melakukan penelitian di tempat ini. Sejak ditandatanganinya kerja sama antara Universitas Mulawarman dan Pemerintah Kota Samarinda, kawasan ini berubah nama menjadi Kebun Raya Samarinda. Dalam perkembangan selanjutnya, 62 hektar dari total luas 300 hektar difungsikan sebagai fasilitas jalan, danau buatan, fasilitas olah raga, dan panggung hiburan. Kawasan ini juga makin dikembangkan dan difungsikan sebagai obyek wisata dan rekreasi, seperti adanya kebun binatang, kolam renang, taman burung, taman bunga, perahu wisata, dan bumi perkemahan.
Ketika masuk ke dalam kawasan kebun raya, pengunjung akan merasakan suasana hutan yang begitu sejuk. Untuk memasuki area utama kebun raya pengunjung perlu berjalan sepanjang satu kilometer. Selama dalam perjalanan, pengunjung dapat melihat-lihat dan menikmati pohon-pohon lebat yang sebagiannya telah diberi label lengkap dengan nama spesiesnya. Meski jalannya beriku-liku dan berbukit-bukit, pengunjung bisa terhibur dengan kicauan burung dan suara monyet yang saling bersahutan.
B. Keistimewaan
Salah satu keistimewaan di kebun raya ini adalah adanya kebun binatang yang sangat luas. Di kebun binatang terdapat sejumlah orangutan yang memang sengaja dilepas namun sudah jinak agar pengunjung bisa langsung berinteraksi. Di samping orangutan juga ada binatang-binatang lainnya, seperti sepasang ular cobra, burung enggang, burung kakatua, kuda poni, burung cendrawasih, buaya, kancil, dan landak. Hanya saja, pengujung perlu menaiki anak tangga bukit yang cukup tinggi. Meski demikian, kondisi ini rupanya telah menjadi daya tarik bagi pengunjung dari berbagai daerah, termasuk dari luar Kalimantan Timur.
Pengunjung juga dapat menikmati danau buatan yang sangat luas. Di obyek wisata ini pengunjung bisa menyewa perahu dengan beraneka ragam bentuknya. Harga sewanya adalah Rp. 15.000,00 per 15 menit dengan batas muatan tiga orang dewasa.
C. Lokasi
Kebun Raya Samarinda terletak di sebelah utara Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia.
D. Akes
Pengunjung yang akan menuju lokasi dapat menggunakan jalur darat, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Jarak dari Kota Samarinda adalah 20 km atau sekitar 30 menit waktu perjalanan. Sebagai catatan, untuk sampai ke area utama kebun raya, pengunjung perlu menggunakan kendaraan pribadi karena tidak ada angkutan khusus yang tersedia, kecuali harus berjalan kaki.
E. Tiket
Harga tiket masuk adalah Rp. 3.000,00, baik untuk dewasa maupun juga anak-anak. Harga ini sudah termasuk untuk kendaraan yang masuk ke dalam kawasan kebun raya.
F. Akomodasi dan Fasilitas Lain
Ada sejumlah fasilitas lain yang dapat dinikmati oleh para pengunjung, di antaranya adalah permainan mobil atau motor remote control khusus untuk anak-anak, areal pemancingan, jalan refleksi, dan panggung terbuka yang sering digunakan untuk acara-acara konser musik dan lain sebagainya.
Kebun Raya Samarinda merupakan obyek wisata yang unik karena memadukan rekreasi dengan pendidikan seputar alam dan lingkungan. Luas keseluruhan kebun raya ini adalah 300 hektar. Pada awalnya, kebun raya ini merupakan areal HPH CV Kayu Mahakam milik Ali Akbar Afloes. Pada tahun 1974, pemiliknya menyerahkan 300 hektar di kawasan Gunung Kapur kepada Rektor Universitas Mulawarman ketika itu, R. Sambas Wirakusumah untuk dijadikan sebagai hutan konservasi. Hal itu ternyata didukung penuh melalui keputusan Gubernur Provinsi Kalimantan Timur dan Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Timur. Pada tahun 1997, Walikota Samarinda mendukung program tersebut dengan memfungsikan kebun raya tersebut sebagai hutan pendidikan dan kebun botani bagi civitas akademik Universitas Mulawarman.
Sejak diresmikan sebagai hutan pendidikan, kawasan tersebut sering digunakan sebagai tempat kegiatan kemahasiswaan, lokasi penelitian, dan praktik kerja lapangan (PKL) mahasiswa. Tidak hanya mahasiswa Universitas Mulawarman saja yang hanya diperbolehkan mengakses kawasan tersebut. Mahasiswa dari luar Universitas Mulawarman atau dari luar negeri juga diperbolehkan melakukan penelitian di tempat ini. Sejak ditandatanganinya kerja sama antara Universitas Mulawarman dan Pemerintah Kota Samarinda, kawasan ini berubah nama menjadi Kebun Raya Samarinda. Dalam perkembangan selanjutnya, 62 hektar dari total luas 300 hektar difungsikan sebagai fasilitas jalan, danau buatan, fasilitas olah raga, dan panggung hiburan. Kawasan ini juga makin dikembangkan dan difungsikan sebagai obyek wisata dan rekreasi, seperti adanya kebun binatang, kolam renang, taman burung, taman bunga, perahu wisata, dan bumi perkemahan.
Ketika masuk ke dalam kawasan kebun raya, pengunjung akan merasakan suasana hutan yang begitu sejuk. Untuk memasuki area utama kebun raya pengunjung perlu berjalan sepanjang satu kilometer. Selama dalam perjalanan, pengunjung dapat melihat-lihat dan menikmati pohon-pohon lebat yang sebagiannya telah diberi label lengkap dengan nama spesiesnya. Meski jalannya beriku-liku dan berbukit-bukit, pengunjung bisa terhibur dengan kicauan burung dan suara monyet yang saling bersahutan.
B. Keistimewaan
Salah satu keistimewaan di kebun raya ini adalah adanya kebun binatang yang sangat luas. Di kebun binatang terdapat sejumlah orangutan yang memang sengaja dilepas namun sudah jinak agar pengunjung bisa langsung berinteraksi. Di samping orangutan juga ada binatang-binatang lainnya, seperti sepasang ular cobra, burung enggang, burung kakatua, kuda poni, burung cendrawasih, buaya, kancil, dan landak. Hanya saja, pengujung perlu menaiki anak tangga bukit yang cukup tinggi. Meski demikian, kondisi ini rupanya telah menjadi daya tarik bagi pengunjung dari berbagai daerah, termasuk dari luar Kalimantan Timur.
Pengunjung juga dapat menikmati danau buatan yang sangat luas. Di obyek wisata ini pengunjung bisa menyewa perahu dengan beraneka ragam bentuknya. Harga sewanya adalah Rp. 15.000,00 per 15 menit dengan batas muatan tiga orang dewasa.
C. Lokasi
Kebun Raya Samarinda terletak di sebelah utara Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia.
D. Akes
Pengunjung yang akan menuju lokasi dapat menggunakan jalur darat, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Jarak dari Kota Samarinda adalah 20 km atau sekitar 30 menit waktu perjalanan. Sebagai catatan, untuk sampai ke area utama kebun raya, pengunjung perlu menggunakan kendaraan pribadi karena tidak ada angkutan khusus yang tersedia, kecuali harus berjalan kaki.
E. Tiket
Harga tiket masuk adalah Rp. 3.000,00, baik untuk dewasa maupun juga anak-anak. Harga ini sudah termasuk untuk kendaraan yang masuk ke dalam kawasan kebun raya.
F. Akomodasi dan Fasilitas Lain
Ada sejumlah fasilitas lain yang dapat dinikmati oleh para pengunjung, di antaranya adalah permainan mobil atau motor remote control khusus untuk anak-anak, areal pemancingan, jalan refleksi, dan panggung terbuka yang sering digunakan untuk acara-acara konser musik dan lain sebagainya.
7.
Kesultanan
Gunung Tabur

Kesultanan
Gunung Tabur
adalah Kerajaan yang merupakan hasil pemecahan dari Kesultanan Berau dimana
Berau dipecah menjadi dua, yaitu Sambaliun dan Kesultanan Gunung Tabur
pada sekitar tahun 1810-an.[1] Kesultanan ini sekarang terletak
dalam wilayah kecamatan Gunung Tabur,
Kabupaten Berau, provinsi Kalimantan Timur.
8.
Muara
Wahau

Objek dan
daya tarik wisata di wilayah ini dicirikan oleh alam pedalaman hutan dan
sungai, dengan budaya sungainya yang masih cukup kental. Keberadaan gunung batu
Kongbeng merupakan salah satu daya tarik lain yang unik di wilayah ini selain
dari desa-desa sepanjang sungai Wahau/Telen.
Secara umum
terdapat:
a. Desa Muara
Wahau
- Desa Miau Baru, desa yang masih tetap mempertahankan tradisi budaya Dayak dalam kehidupan keseharian mereka, seperti berladang dan mencari ikan untuk kelangsungan hidup.
- Gunung Kung Beang yang terletak di Desa Pantun, nama Gunung Kung Beang berasal dari suku Dayak Wehea yang ada di Muara Wahau, berdasarkan kebenaran sejarah suku Dayak Wehea setempat yang telah lama dan terdahulu menempati dan hidup di daerah Wahaunama Gunung tersebut Kung Beang bukan Kongbeng.
- Desa-desa Sepanjang Sungai Wahau/Telen, seperti:
- Desa Jukayak
- Desa Long Segar
- Desa Long Noran
- Desa Batu Ampar
- Desa Nehas Liah Bing
- Desa Jak Luay
- Desa Long Wehea
- Desa Dea Beq
- Desa Diak Luy
- Desa Bea Nehas
- HULIWA [Hutan Lindung Wehea]yang terletak diwilayah Desa Nehas Liah Bing beserta 5 Desa Wehea Lainnya, Suku Dayak Wehea Sepakat menjaga dan melindungi serta melestarikan hutan mereka yang sangat luas bahkan menjadi hutan lindung terluas di Kutim bahkan di Kaltim maupun seluruh indonesia dan nomor 3 terbesar didunia yang dibantu TNC
9.
Museum
Mulawarman

Museum
Mulawarman terletak di jalan Pangeran Diponegoro, Kota Tenggarong. Bangunan
museum Mulawarman merupakan bekas Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara yang dibangun
pada tahun 1936. di dalam museum dapat dijumpai beraneka macam keramik kuno,
patung Lembu Suana, koleksi benda bersdejaah peninggalan Kerajaan Kutai
Kartanegara, benda-benda budaya dari daerah Kutai, koleksi mata uang kuno, dan
sebagainya. Museum ini terbuka setiap hari untuk umum, kecuali hari Senin.
10.
Museum
Mulawarman dan Makam Raja-Raja Kutai

Terletak di Kota
Tenggarong lebih kurang 45 km dari Kota Samarinda, dan 110 km dari Kota
Balikpapan. Museum ini diresmikan tanggal 25 Nopember 1971 oleh Gubernur
Kalimantan Timur (H.A. Wahab Syahranie), dan diserahkan kepada Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan pada tanggal 18 Februari 1976. Terdapat koleksi tua
gamelan, setinggi (singgasana), meriam sapu jagat serta koleksi dari Sultan
Bulungan, Sultan Pasir, Sultan Sambaliung dan Sultan Gunung Tabur. Makam Raja
Kutai terletak disampin
11.
Pulau
Derawan

Pulau Derawan terletak di Kepulauan Derawan, Kec. Kabupaten Berau,
Kalimantan Timur.
Satuan morfologi Pulau Derawan adalah dataran pantai
bertopografi datar. Pantai pasir memiliki kemiringan lereng sekitar 7° - 11°
dengan lebar 13,5 - 20
Di perairan sekitarnya terdapat taman
laut dan terkenal sebagai wisata selam
(diving) dengan kedalaman sekitar lima meter. Terdapat beraneka ragam biota
laut di sini, diantaranya cumi-cumi (cuttlefish), lobster, ikan
pipa (ghostpipe fish), gurita (bluering octopus), nudibranchs, kuda laut (seahorses), belut
pita (ribbon eels) dan ikan
skorpion (scorpionfishes).
Pada batu karang di kedalaman sepuluh meter, terdapat
karang yang dikenal sebagai "Blue Trigger Wall" karena pada karang
dengan panjang 18 meter tersebut banyak terdapat ikan
trigger (red-toothed trigger fishes).
Terumbu karang di Kepulauan Derawan tersebar
luas pada seluruh pulau dan gosong
yang ada di Kepulauan Derawan. Gosong-gosong yang ada di kepulauan ini
diantaranya Gosong
Pulau Panjang, Gosong
Masimbung, Gosong
Buliulin, Gosong
Pinaka, Gosong
Tababinga dan Gosong
Muaras.
12.
Sangkulirang

wisata di zona ini umumnya ditandai dengan ciri alam,
yaitu hutan, gua, air panas, sungai, pantai dan pulau-pulau kecil yang tersebar
di Kecamatan Sangkulirang.
Garis pantai yang panjang dan potensi perairan (laut maupun sungai) yang besar
menambah daya tarik wilayah ini terlebih dengan adanya daya tarik yang unik
yang berbeda dengan wilayah lainnya, seperti gua, pulau, pantai, laut dan air
panas. Namun seperti juga wilayah lain di Kutai Timur, aksesbilitas (melalui
darat) masih menjadi masalah yang utama untuk wilayah Sangkulirang. Sementara
ini transportasi air / sungai dengan perahu masih mendominasi perangkutan di
Sangkulirang.
a. Desa Benua
Baru
b. Pulau
Birah-Birahan, merupakan tempat bertelur penyu
dan tempat bertelur serta migrasi sejenis burung
putih pada saat bulan-bulan angin laut selatan, yaitu bulan Agustus, September dan Oktober
c.
Pantai Jepu-Jepu, Bual-Bual
dan Selangkau
d. Desa Pengadan,
dimana sebagian besar penduduknya adalah petani sarang burung walet.
Juga terdapat gua-gua yang sangat menarik untuk dikunjungi, baik karena
keindahannya (stalagtit
dan stalagmit)
serta terdapat lukisan-lukisan dinding berupa gambar negatif tangan manusia dan
hewan dari Zaman
Batu (Stone Age).[15] Di antara gua-gua itu yang
dibuka untuk umum adalah:
o
Gua Ampanas dan
o
Gua Mardua
13.
Sungai
Wain Balikpapan

Merupakan salah
satu objek wisata unggulan Kota Balikpapan. Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW)
merupakan gambaran dari hutan tropis yang masih 'Virgin'. Secara Geografis HLSW
terletak di 116º 47’ – 116º 55’ Bujur Timur dan 01º 02’ – 01º 10’ Lintang
Selatan. Merupakan kombinasi antara hutan primer (hutan asli) dan hutan
sekunder (hutan buatan pengganti hutan yang terbakar di tahun 1997/1998)
Luas Area hutan keseluruhan adalah: 10.025 Ha
Terdiri atas:
- Hutan Dipterocarpa dataran rendah
- Hutan Dipterocarpa perbukitan
- Hutan Rawa terbuka dan Air Tawar
- Hutan Riparian
- Aliran Sungai wain sepanjang +/ 18.300mtr (dengan hutan bakau di tepiannya)
Objek-objek di area Hutan Lindung Sungai Wain:
Berbagai Jenis pohon hutan (yang dominan) diantaranya:
- Bangkirai
- Ulin
- Meranti
- Keruing
- Gaharu
Jenis tumbuhan langka lainnya adalah:
- Jenis Anggrek dan Tumbuhan Merambat
- Kantung Semar
- Berbagai jenis Jamur (seperti: Jamur hitam)
- Tumbuhan Endemik Balikpapan: Jahe Balikpapan (Etlingera Balikpapanensis)
Jenis-Jenis Hewan Langka:
- Macan Dahan (Neofelis nebulosa)
- Terdapat kurang lebih 80 ekor Orang Utan (Pongo Pygmaeus)
- Terdapat kurang lebih 60 ekor Beruang Madu (Helarctos Malayanus)
- Berbagai jenis Kera (Primates)
- Bekantan (Nasalis larvatus) yang merupakan hewan endemik Kalimantan
Jenis-jenis hewan lainnya:
- Berbagai jenis Tupai
- Berbagai jenis Musang
- Linsang dan Berang-berang
- 9 (sembilan) jenis burung enggang
- 242 Jenis burung lainnya
Fasilitas-fasilitas yang dimiliki diantaranya :
Pusat penelitian Tumbuhan dan Hewan
Tracking bridge (Jembatan trek)
Beberapa Pos peristirahatan
Menara Pengintai (watch tower)
Perahu
Area wisata “Kebun Raya Balikpapan” (masih dalam process pembangunan)
Luas Area hutan keseluruhan adalah: 10.025 Ha
Terdiri atas:
- Hutan Dipterocarpa dataran rendah
- Hutan Dipterocarpa perbukitan
- Hutan Rawa terbuka dan Air Tawar
- Hutan Riparian
- Aliran Sungai wain sepanjang +/ 18.300mtr (dengan hutan bakau di tepiannya)
Objek-objek di area Hutan Lindung Sungai Wain:
Berbagai Jenis pohon hutan (yang dominan) diantaranya:
- Bangkirai
- Ulin
- Meranti
- Keruing
- Gaharu
Jenis tumbuhan langka lainnya adalah:
- Jenis Anggrek dan Tumbuhan Merambat
- Kantung Semar
- Berbagai jenis Jamur (seperti: Jamur hitam)
- Tumbuhan Endemik Balikpapan: Jahe Balikpapan (Etlingera Balikpapanensis)
Jenis-Jenis Hewan Langka:
- Macan Dahan (Neofelis nebulosa)
- Terdapat kurang lebih 80 ekor Orang Utan (Pongo Pygmaeus)
- Terdapat kurang lebih 60 ekor Beruang Madu (Helarctos Malayanus)
- Berbagai jenis Kera (Primates)
- Bekantan (Nasalis larvatus) yang merupakan hewan endemik Kalimantan
Jenis-jenis hewan lainnya:
- Berbagai jenis Tupai
- Berbagai jenis Musang
- Linsang dan Berang-berang
- 9 (sembilan) jenis burung enggang
- 242 Jenis burung lainnya
Fasilitas-fasilitas yang dimiliki diantaranya :
Pusat penelitian Tumbuhan dan Hewan
Tracking bridge (Jembatan trek)
Beberapa Pos peristirahatan
Menara Pengintai (watch tower)
Perahu
Area wisata “Kebun Raya Balikpapan” (masih dalam process pembangunan)
14.
Wana
Riset Samboja

Wana Riset Samboja merupakan tempat
untuk pengawasan dan rehabilitasi hewan langka yang dilindungi, seperti orang
utan. Saat ini populasi orang utan di Kalimantan sudah mulai menurun, sehingga
salah satu lokasi rehabilitasi berada di Wana Riset Samboja. Di lokasi ini
dilakukan pengawasan dan rehabilitasi secara ketat terhadap kelangsungan hidup
hewan yang dilindungi tersebut sebelum akhirnya di lepas kembali di habitat
aslinya. Tempat rehabilitasi ini sekaligus juga menjadi pusat penelitian
kehidupan hewan yang dilindungi tersebut. Pengelola Wana Riset Samboja adalah
Loka Litbang Satwa Primata, UPT Departemen Kehutanan Pusat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Anda