Hai
semua... kali ini saya ingin memberikan contoh mengenai pembuatan
modul terapi psikologi, yaitu:
MODUL
Psikoedukasi
(Kepatuhan Minum
Obat) Pada Penderita
Skizofrenia Residual
- Pendahuluan
Skizofrenia
adalah kondisi psikologis dengan gangguan disintegrasi,
depersonalisasi dan kebelahan atau kepecahan struktur kepribadian,
serta regresi akut
yang parah. Skizofrenia adalah gangguan mental yang sangat berat.
Gangguan ini di tandai dengan gejala-gejala positif seperti
pembicaraan yang kacau, delusi, halusinasi, gangguan kognitf dan
persepsi. Sedangkan gejala negatifnya antara lain
seperti avolition (menurunnya
minat dan dorongan),
berkurangnya
keinginan bicara dan miskinnya isi pembicaraan, afek yang datar,
serta terganggunya relasi personal. Tampak bahwa gejala-gejala
skizofrenia menimbulkan hendaya berat dalam kemampuan individu
berfikir dan memecahkan masalah, kehidupan afek dan menggangu relasi
personal. Kesemuanya mengakibatkan
pasien skizofrenia
mengalami penurunan fungsi ataupun ketidakmampuan dalam menjalani
hidupnya, sangat terhambat produktivitasnya dan nyaris terputus
relasinya dengan orang lain.
Pasien
skizofrenia memerlukan tritmen yang komprehensif, artinya memberikan
tritmen medis untuk menghilangkan gejala, terapi (psikologis) untuk
membantu mereka beradaptasi dengan konsekuensi atau akibat dari
gangguan tsb, dan layanan sosial untuk membantu mereka dapat kembali
hidup di masyarakat dan menjamin mereka dapat memperoleh akses untuk
dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Salah satu tritment yang biasa
diberikan kepada pasien skizofrenia adalah terapi biologis seperti
terapi obat Pemberian obat-obatan anti psikotik dan minyak ikan. Hal
ini perlu diketahui oleh pasien dan keluarganya dengan memberikan
pemahaman tritment melalui psikoedukasi.
Penelitian Family
Psyhcoeducation (psikoedukasi
keluarga) oleh Wardaningsih (2007) mengemukakan bahwa terdapat
pengaruh Family psikoedukasi
terhadap beban dan kemampuan keluarga dalam merawat klien dengan
halusinasi. Psikoedukasi keluarga dapat meningkatkan kesejahteraan
keluarga serta menurunkan beban subjektif keluarga.
Penelitian Soep (2009) menyatakan bahwa ada perbedaan tingkat
perbedaan depresi postpartum pada ibu yang mendapatkan intervensi
psikoedukasi dan yang tidak mendapatkan intervensi psikoedukasi.
Berdasarkan kedua
penelitian tersebut menunjukkan bahwa psikoedukasi keluarga sangat
dibutuhkan dan berrpengaruh terhadap
keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan
gangguan jiwa maupun masalah psikososial.
- Pengertian
Psikoedukasi
merupakan salah satu bentuk dari intervensi, baik untuk keluarga
maupun klien yang merupakan bagian dari terapi psikososial. Tujuan
dari program psikoedukasi adalah menambah pengetahuan tentang
gangguan jiwa sehingga diharapkan dapat menurunkan angka kambuh dan
meningkatkan fungsi keluarga. Tujuan ini akan dicapai melalui
serangkaian kegiatan edukasi tentang penyakit, cara mengatasi gejala,
dan kemampuan yang dimiliki keluarga (Stuart & Laraia, 2001).
Secara
umum, program komprehensif dari psikoedukasi adalah sebagai berikut:
a.
Komponen didaktik, berupa pendidikan kesehatan, yang menyediakan
informasi tentang penyakit dan sistem kesehatan jiwa.
b.
Komponen ketrampilan, yang menyediakan pelatihan tentang komunikasi,
penyelesaian konflik, pemecahan masalah, asertif, manajemen perilaku
dan manajemen stres.
c.
Komponen emosional, memberi kesempatan ventilasi dan berbagi perasaan
disertai dukungan emosional. Mobilisasi sumber daya yang dibutuhkan,
khusus pada keadaan krisis.
d.
Komponen sosial, peningkatan penggunaan jejaring formal dan non
formal. Peningkatan kontak dengan jejaring sumber daya dan sistem
pendukung yang ada di masyarakat akan menguntungkan keluarga dan
klien.
- Tujuan Intervensi
Pada
akhir kegiatan diharapkan klien dapat memahami bahwa dengan
mengkonsumsi obat dapat membantu klien dalam mengurangi simtom-simtom
gangguan yang dialaminya.
- Rancangan intervensi
Tabel
Rancangan Intervensi Psikoedukaasi
-
TritmenTujuanTarget perilakuRancangan pertemuanPsikoedukasi Klien dan keluarga (Edukasi Kepatuhan minum obat)Memberikan informasi bahwa dengan patuh mengkonsumsi obat dapat membantu mengurangi simtom-simtom gangguan yang sedang dialami oleh klien dan membantu meningkatkan kesejahteraan psikologis/ psikososial klien.
- Klien dapat memahami pentingnya kepatuhan minum obat
- Klien dapat memahami bahwa gejala gangguan yang dideritanya dapat dikendalikan dengan mengkonsumsi obat selain melakukan kegiatan.
- Klien dapat lebih patuh dengan mengkonsumsi obat
2 kali Pertemuan
- Target perilaku Psikoedukasi
- Klien dapat memahami pentingnya kepatuhan minum obat
- Klien dapat memahami bahwa gejala gangguan yang dideritanya dapat dikendalikan dengan mengkonsumsi obat selain melakukan kegiatan.
- Klien dapat lebih baik dengan mengkonsumsi obat
- Tata ruang
- Sebuah ruangan dengan ventilasi udara dan cahaya yang cukup
- Satu set kursi tamu
- Klien dan terapis dalam posisi berhadapan
- Media
- Alat tulis, meja, kursi
- Materi
Dalam
psikoedukasi, klien diberikan informasi mengenai pentingnya
mengkonsumsi obat secara teratur. Hal ini dapat membantu klien dalam
mengurangi simtom-simtom gangguang yang dialami oleh klien.
- Prosedur
- Terapis membuka sesi pertemuan dengan membangun rapport yang baik dengan klien dengan cara melakukan pembincaraan ringan seputar kabar klien dan kesibukan klien selama beberapa hari terakhir agar klien merasa nyaman.
- Terapis kemudian bertanya mengenai jadwal klien dalam mengkonsumsi obat
- Terapis melanjutkan dengan memberikan informasi mengenai pentingnya mengkonsumsi obat
- Metode
- Ceramah
- Waktu : ± 60 menit
DAFTAR
PUSTAKA
Stuart.
G.W and Laraia. (2001). Principle and
practice of psychiatric nursing (7thed).
St Louis. Mosby Year Book.
Soep.
(2009). Pengaruh intervensi psikoedukasi dalam mengatasi depresi
postpartum di RSU Dr. Pringadi Medan. Tesis (tidak diterbitkan).
Medan: Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.
Wardaningsih,
S. (2007). Pengaruh psikoedukasi pada kemampuan keluarga dalam
merawat pasien dengan halusinasi di Kabupaten Bantul, Yogyakarta.
Tesis (Tidak diterbitkan). Jakarta: Universitas Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Anda