Hai
semua... kali ini saya ingin memberikan contoh mengenai pembuatan
modul terapi psikologi, yaitu:
MODUL
Psikoedukasi
Gangguan Jiwa
- Pendahuluan
Dalam
pendekatan psikologi klinis, treatment diberikan kepada seseorang
atau kelompok yang mengalami gangguan atau memiliki masalah. Dilihat
dari pandangan sosiokultual, lingkungan sosial dan interaksinya
dengan subjek atau sekelompok yang menjadi penyebab munculnya
gangguan jiwa. Hal ini dikarenakan tuntutan sosial kepada subjek
untuk mengikuti kondisi yang berlaku misalnya norma sosial dan
lainnya.
Banyak
perubahan-perubahan dalam tatanan masyarakat yang menyebabkan muncul
gejala-gejala sosial seperti kemiskinan, kekumuhan, polusi udara,
pengungsian penduduk bahkan bencana alam. Hal ini juga sangat
memungkinkan munculnya ancaman gangguan-gangguan psikologis terutama
dalam hal gangguan emosional. Kondisi ini membutuhkan suatu
pendekatan yang tidak hanya menggunakan cara tradisional dari
psikologi klinis, tetapi membutuhkan suatu pendekatan menyeluruh
yakni pendekatan komunitas.
Psikologi
komunitas pada dasarnya terkait dengan hubungan antar sistem sosial,
kesejahteraan dan kesehatan individu dalam kaitan dengan masyarakat.
Psikologi komunitas didefinisikan sebagai suatu pendekatan kepada
kesehatan mental yang menekankan pada peran daya lingkungan dalam
menciptakan masalah atau mengurangi masalah. Psikologi komunitas
berfokus pada arah permasalahan kesehatan mental dan
sosial yang dikembangkan melalui intervensi
juga riset dengan setting mencakup masyarakat dan
komunitas pribadi.
Berdasarkan
hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2007, diperkirakan ada
19 juta penderita gangguan jiwa di Indonesia. Satu juta di antaranya
mengalami gangguan jiwa berat atau psikosis. Keterbatasan fasilitas
dan rendahnya kesadaran masyarakat mengakibatkan lebih dari 19 juta
penduduk individu penderita gangguan jiwa dan tidak mendapat akses ke
layanan kesehatan yang maksimal (Riskesdas, 2007).
Pelayanan
kesehatan jiwa di Indonesia masih sangat terbatas, belum menyentuh
tingkat pelayanan kesehetan primer, baik sarana prasarana maupun
sumber daya manusianya. Jumlah psikiater di Indonesia masih sangat
terbatas dan baru menangani sebatas pasien yang berpusat di RSJ.
Salah satu pelayanan kesehatan jiwa yang dapat diberikan kepada
masyarakat adalah memberikan penyuluhan langsung kepada masyarakat,
seperti psikoedukasi mengenai gangguan jiwa. Hal ini bertujuan untuk
memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar dan keluarga yang
memiliki anggota keluarga dengan gangguan jiwa untuk lebih dapat
memahami gangguan jiwa itu sendiri dan memberikan penanganan yang
tepat.
Kepedulian
masyarakat akan kesehatan khususnya kesehatan jiwa akan meningkatkan
peran serta untuk bertanggung jawab terhadap program pelayanan
kesehatan jiwa masyarakat. Keberhasilan pelayanan pada pasien
skizofrenia tergantung dari kerjasama tim kesehatan jiwa di
masyarakat dengan pasien dan keluarga. Anggota keluarga perlu
memberikan perawatan di rumah khususnya pencegahan tersier pada
penderita skizofrenia (Leff, dkk dalam Keliat, dkk, 2007).
- Pengertian
- Psikologi Komunitas
Komunitas
adalah kumpulan orang-orang yang membentuk jaringan kompleks, dimana
ada hubungan, saling kebergantungan, memiliki kepentingan atau satu
sama lain dan terdapat pola interaksi yang timbal balik (Behtinger &
Richard, 1996). Psikologi komunitas pada dasarnya terkait dengan
hubungan antara sistem sosial, kesejahteraan dan kesehatan individu
dalam kaitan dengan masyarakat. Psikologi komunitas didefinisikan
sebagai suatu pendekatan kepada kesehatan mental yang menekankan pada
peran daya lingkungan dalam menciptakan ataupun mengurangi masalah.
- Tritmen Komunitas
Tritmen
komunitas adalah tritmen yang diberikan kepada suatu komunitas guna
membentuk kemitraan atau meningkatkan kemitraan yang sudah ada agar
dapat memecahkan masalah komunitas (Behringer & Richarf, 1996).
Psikologi komunitas mungkin dapat memberikan tritmen terhadap
individu dengan cara :
- Menciptakan dan mengevaluasi arah kebijakan dan program yang membantu masyarakat mengontrol tekanan yang muncul dari aspek dan lingkungan yang memunculkan permasalahan
- Menilai kebutuhan suatu masyarakat dan memberi arahan anggotanya bagaimana cara mengenali suatu masalah yang masih permulaan dan menghadapi permasalah yang sudah muncul dan benar
- Belajar dan menerapkan jalan yang lebih efektif dan menyesuaikan dengan populasi untuk hidup secara lebih produktif dalam tedensi masyarakat.
- Psikoedukasi
Psikoedukasi
atau sering disebut dengan personal and social education atau
pendidikan pribadi dan sosial merupakan gerakan yang relatif baru
namun penting di lingkungan psikologi konseling. Psikoedukasi juga
merupakan terapi yang bertujuan untuk memberikan informasi terhadap
keluarga dan masyarakat yang mengalami distress, memberikan
pendidikan kepada mereka untuk meningkatkan keterampilan,
meningkatkan kemampuan kognitif dan psikomotor, untuk dapat memahami
dan meningkatkan koping akibat gangguan jiwa yang dapat mengakibatkan
masalah pada keluarga dan masyarakat (Wijayanti, Wahyuningsih &
Widiyanti, 2010). Menurut Nelson (Supratiknya, 2011), ada setidaknya
enam pengertian tentang psikoedukasi, masing-masing mewakili gerakan
tertentu, yaitu:
- melatih orang untuk mempelajari aneka life skills
- Pendekatan akademik-ekspresiensial dalam mengajarkan psikologi
- Pendidikan Humanistik
- Melatih tenaga pada profesional di bidang keterampilan psikologi
- Serangkaian kegiatan pelayanan kepada masyarakat
(f)
Memberikan pelayanan informasi tentang psikologi kepada publik
Dari
enam pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa psikoedukasi adalah
upaya pemberian bantuan kepada kelompok-kelompok klien dalam rangka
menguasai berbagai life skills, tentu saja sekaligus dengan
memperhatikan aspek-aspek yang relevan dari berbagai pengertian
lainnya.
- Tujuan
- Agar kader dapat memahami permasalahan gangguan jiwa dan cara mengatasinya serta memberikan pendampingan yang dibutuhkan oleh masyarakat.
- Agar keluarga dengan penderita gangguan jiwa dapat memberikan penanganan yang sesuai. Keluarga sebagai orang terdekat penderita gangguan jiwa mampu memberikan penanganan pertama terhadap gangguan jiwa.
- Masyarakat mampu memahami gangguan jiwa dan dapat memberikan dukungan sosial bagi keluarga penderita gangguan jiwa maupun bagi penderitanya.
- Hasil yang diharapkan
Peserta
dapat mengambil manfaat dari psikoedukasi dan selanjutnya
dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.
- Kelompok sasaran program
Sasaran
subyek dari kegiatan psikoedukasi ini adalah kader, keluarga dengan
penderita gangguan jiwa dan masyarakat sekitar yang ada di desa
Banyuroto
- Rancangan intervensi
Tabel
Rancangan Intervensi Psikoedukasi
-
TritmenTarget perilakuRancangan pertemuanPsikoedukasi Masyarakat
- Kader dapat segera menyikapi adanya gangguan jiwa di masyarakat dan memberi pendampingan yang sesuai.
- Keluarga dengan penderita gangguan jiwa dapat memberikan penanganan yang sesuai.
- Masyarakat memberikan dukungan sosial bagi keluarga penderita gangguan jiwa maupun bagi penderitanya.
1 kali Pertemuan
- Tata ruang
- Sebuah ruangan dengan ventilasi udara dan cahaya yang cukup
- Meja dan kursi
- Media
- Alat tulis, meja, kursi
- Materi
Dalam
psikoedukasi, masyakarat diberikan pemahaman mengenai gejala gangguan
jiwa dan cara penanganan orang dengan gangguan jiwa. Terapis juga
memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mengajukan beberapa
pertanyaan mengenai gangguan jiwa dan berbagi pengalaman mengenai
gangguan jiwa yang pernah diketahuinya.
- Metode
- Ceramah dan sharing
- Waktu : ± 180 menit
- Pelaksanaan
Kegiatan
dilaksanakan pada hari Jumat, 13 Juni 2014. Kegiatan dilaksanakan
mulai pukul 13.30-16.30 WIB. Susunan acara dalam tabel berikut :
Waktu
|
Kegiatan
|
Teknis
|
Penanggung
Jawab
|
13.30-14.15
|
Pembukaan
|
|
|
14.15-14.30
|
Perkenalan
|
Ice
breaking (memecah kebekuan sekaligus saling mengenal antara satu
dengan lainnya)
|
|
14.30-16.00
|
Materi
penyuluhan
|
Ceramah
mengenai gangguan jiwa dan diskusi tanya jawab
|
|
16.00-16.30
|
Penutupan
|
|
|
DAFTAR
PUSTAKA
Behringer,
D., & Richards, R. W. (1996). The nature of communities. In R.
W. Richarcds (ed). Building Partnerships. Educating health
professionals for the communities they serve.San Francisco :
Jossey-Boss.
Keliat,
B. A., Akemat., Helena, N. C.D., & Nurhaeni, H. (2007).
Keperawatan kesehatan jiwa komunitas: CMHN (Basic Course).
Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Supratikya,
A. (2011). Merancang program dan modul psikoedukasi.
Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Riskesdas.
(2007). Riset kesehatan dasar Badan Penelitian dan Pengembangan
Kesehatan Dasar Republik Indonesia. Jakarta.
Wiyati,
R., Wahyuningsih, D., Widayati, E.D. (2010). Pengaruh Psikoedukasi
Keluarga Terhadap Kemampuan Keluarga Dalam Merawat Klien Isolasi
Sosial. Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal Of
nursing), Volume 5, No.2. Prodi keperawatan Purwokerto,
Poltekkes, Semarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Anda