Hai
semua... kali ini saya ingin memberikan contoh mengenai pembuatan
modul terapi psikologi, yaitu:
MODUL
Self
Help Group Therapy pada Anak Dengan
Gangguan Mental dan Perilaku
Akibat Penggunaan
Zat Multipel Dan
Penggunaan Zat
Psikoaktif Lainnya
- Pendahuluan
Narkoba
adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain
narkoba, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen
Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan
dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Semua istilah
ini, baik narkoba atau napza, mengacu pada sekelompok zat yang
umumnya mempunyai risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar
kesehatan narkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa dipakai
untuk membius pasien saat hendak dioparasi atau obat-obatan untuk
penyakit tertentu. Namun kini presepsi itu disalahgunakan akibat
pemakaian yang telah di luar batas dosis.
Narkotika dan obat terlarang serta zat adiktif/psikotropika dapat
menyebabkan efek dan dampak negatif bagi pemakainya. Dampak yang
negatif itu sudah pasti merugikan dan sangat buruk efeknya bagi
kesehatan mental dan fisik.
Meskipun
demikian terkadang beberapa jenis obat masih dipakai dalam dunia
kedokteran, namun hanya diberikan bagi pasien-pasien tertentu, bukan
untuk dikonsumsi secara umum dan bebas oleh masyarakat. Oleh karena
itu, obat dan narkotik yang disalahgunakan
dapat menimbulkan berbagai akibat yang beraneka ragam. Hingga kini
penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir
seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari
oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandar
narkoba yang senang mencari mangsa di daerah
sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan
genk. Tentu saja hal ini bisa membuat para orang tua, ormas,
pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu
merajalela.
Upaya
pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan namun masih sedikit
kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun
dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus
narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah
penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak yaitu dari pendidikan keluarga.
Orang tua diharapkan dapat mengawasi dan mendidik anaknya untuk
selalu menjauhi Narkoba. Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba
di kalangan pelajar, sudah seharusnya
menjadi tanggung jawab bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk
orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam
mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak.
Selain
itu, melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba juga sangat penting,
atau mungkin mengadakan razia mendadak secara rutin untuk menekan
penggunaan narkoba. Kemudian pendampingan dari orang tua siswa itu
sendiri dengan memberikan perhatian dan kasih sayang. Pihak
sekolah juga harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap
gerak-gerik anak didiknya, karena biasanya penyebaran (transaksi)
narkoba sering terjadi di sekitar lingkungan sekolah. Yang tak
kalah penting adalah pendidikan moral dan keagamaan harus lebih
ditekankan kepada siswa.
Hal
yang juga dapat dilakukan untuk menanggulangi penyebaran narkoba
adalah menjadi contoh dan pendengar yang baik bagi anak, menjaga
keharmonisan keluarga, melakukan konseling, memberikan perawatan yang
sesuai bagi orang yang kecanduan dan melakukan penyebaran informasi
melalui peers education dan self help groups. Self
help groups digunakan
dalam bentuk pertemuan kelompok khusus untuk ketergantungan
obat Narkoba tingkat satu. Dengan sharing secara personal
permasalahan yang terjadi dapat meningkatkan harga diri dari si
pasien, sehingga dapat mencegah dari kecanduan Narkoba.
Self help group dapat meningkatkan kemampuan koping maladaptif
(Sutini, 2009)
- Pengertian
Self
Help Group therapy
atau sering disebut juga kelompok yang saling menolong, saling
membantu, atau kelompok dukungan didefinisikan sebagai suatu kelompok
yang menyediakan dukungan bagi setiap anggota kelompok. Anggota
kelompok ini berpegangan pada pandangan bahwa orang-orang yang
mengalami masalah dapat saling membantu satu sama lain dengan empati
yang lebih besar dan lebih membuka diri. Di
dalam Self Help Group therapy,
kelompok bantuan timbal balik didasarkan pada premis bahwa kelompok
berbagi masalah umum secara kolektif dapat saling mendukung dan
mengurangi atau menghilangkan masalah dan konsekuensi pribadi dan
sosial. Anggota belajar tentang masalah mereka dan berbagi pengalaman
mereka, kekuatan dan harapan untuk pemulihan, kesempatan untuk
menjadi model peran (Magura, S. 2007). Self Help Group
therapy merupakan terapi kelompok
termasuk orang dengan ikatan bersama yang secara sukarela datang
bersama-sama untuk berbagi, menjangkau dan belajar satu sama lain
dalam lingkungan yang terpercaya, mendukung dan terbuka (Knight,
2007).
Terapi
ini mempunyai kelebihan dan efektif untuk mengurangi masalah-masalah
psikologis. Pertama, Self Help Group
therapy merupakan suatu terapi dimana setiap anggota
saling berbagi pengalaman tentang kesulitan dan cara mengatasinya,
hal ini dilakukan untuk memberikan dukungan dan motivasi kepada
individu bahwa mereka tidak sendiri dan banyak dari mereka yang
bertahan dengan kondisi seperti ini (Townsend, 2005). Self Help
Group therapy
ini merupakan suatu bentuk terapi kelompok yang dapat
dilakukan pada berbagai situasi dan kondisi.
Kedua,
Self Help Group therapy lebih
santai dan ramah dalam menjalankan aktivitasnya sehingga terlihat
seperti klub sosial. Walaupun demikian, sebenarnya tidak hanya fungsi
dukungan sosial yang disediakan oleh Self Help Group
therapy. Self Help Group
therapy memberikan timbal balik kesetaraan, kerjasama,
kepedulian, meningkatkan pemberdayaan pribadi, harapan, pemulihan
kepercayaan dan kualitas hidup. Self Help Group
therapy efektif dalam meningkatkan fungsi, dukungan
sosial, dan kualitas hidup, serta menurunkan rehospitalisasi dan
efektif juga bagi orang dengan masalah gangguan emosional (Humphreys,
1999). Bagi orang yang memiliki masalah
kesehatan psikososial, Self Help Group
therapy tidak hanya memberikan dukungan sosial bagi
individu tersebut tetapi juga keluarganya, saling berbagi
permasalahan untuk saling membantu memecahkan masalah yang dihadapi.
Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kita semua.
Timothy
J.Trull (2005), dalam Clinical Psychology mengemukakan
delapan fungsi utama Self Help Group
therapy, sebagai berikut:
- Mereka memberikan dukungan emosional kepada anggota
- Mereka memberikan contoh peranan individu-individu yang telah menghadapi dan mengatasi masalah yang ditangani oleh anggota kelompoknya.
- Mereka memberikan cara-cara untuk memahami masalah-masalah yang
dihadapi anggotanya. - Mereka memberikan informasi yang penting dan relevan.
- Mereka memberikan ide-ide tentang bagaimana mengatasi masalah-masalah yang ada.
- Mereka memberikan kesempatan pada anggota agar bisa menolong anggota lainnya.
- Mereka memberikan hubungan sosial yang erat.
- Mereka memberikan motivasi pada anggota untuk terus meningkatkan kemampuannya dalam menguasai dan mengendalikan masalah.
- Tujuan Intervensi
Pada
akhir kegiatan diharapkan klien dapat merubah
perilakunya dan dapat memutuskan hal yang terbaik untuk masa
depannya. Terapi diarahkan untuk
membantu dalam memberikan dukungan, model
yang positif, motivasi, kerukunan bagi sesama
anggota.
- Rancangan intervensi
Tabel
Rancangan Intervensi Self Help Group Therapy
Intervensi
|
Tujuan
|
Target
perilaku
|
Rancangan
pertemuan
|
Self
Help Group Therapy
|
Pada
akhir kegiatan diharapkan klien dapat merubah
perilakunya dan dapat memutuskan hal yang terbaik untuk masa
depannya. Terapi diarahkan untuk
membantu dalam memberikan dukungan, model
yang positif, motivasi, kerukunan bagi sesama
anggota.
|
|
2
kali Pertemuan
|
- Tata ruang
- Sebuah ruangan dengan ventilasi udara dan cahaya yang cukup.
- Media
- Alat tulis
- Materi
Dalam
Self Help Group Therapy,
terapis berusaha mengarahkan subyek dan kelompok agar bersedia
berbagi pengalaman masalahnya dan mau berusaha melepaskan dari
permasalahannya melalui program bantu diri
atau self-help. Proses
konseling tidak semua bantuan datang dari terapis.
Kelompok-kelompok atau pun para penolong non-formal juga dapat
memberikan bantuan berharga yang mungkin bisa mencegah campur tangan
terapis. Selain itu,
kelompok-kelompok self-help diajak
bekerja sama sebagai bagian efektif
dari perlakuan oleh suatu pengarahan dari terapis.
setiap anggota saling berbagi pengalaman tentang kesulitan dan cara
mengatasinya. Hal
ini dilakukan untuk memberikan dukungan dan motivasi kepada individu
bahwa mereka tidak sendiri dan banyak dari mereka yang bertahan
dengan kondisi seperti ini. Selain itu, Self
Help Group therapy diharapkan
dapat memberikan timbal balik kesetaraan, kerjasama,
kepedulian, meningkatkan pemberdayaan pribadi, harapan, pemulihan
kepercayaan dan kualitas hidup.
- Prosedur
- Terapis membuka sesi pertemuan dengan membangun rapport yang baik dengan kelompok dengan cara melakukan pembicaraan ringan seputar kabar dan kegiatan subyek dan anggota kelompok dalam sehari-hari.
- Dalam Self Help Group therapy, terapis berperan sebagai Fasilitator untuk membantu dalam memfasilitasi kelompok dalam memberikan kemudahan pelaksanaan pertemuan Self Help Group therapy, serta memfasilitasi berbagai sumber-sumber yang sangat diperlukan subyek untuk memelihara penyembuhannya. Untuk itu konseling yang diberikan harus diarahkan pada membantu dalam hubungannya dengan program Self Help Group therapy, dengan memberikan pemusatan pada permasalahan otonomi, kebebasan dan pengendalian diri.
- Metode
- Ceramah dan sharing
- Waktu : ± 120 menit
DAFTAR
PUSTAKA
Humphreys,
K & Ribisl, K.M. (1999). The case
partnership with
self-help-group.
Knight,
E.L. (2006). Self help
and serious mental
illnes.
Magura,
S., Knight, E.L., Vogel, H.S. Mahmood, D.,Laudt, A.B., (2007).
Mediator of effectiveness
in dual-focus
self-help
groups.
Sutini,
Titin. (2009). Pengaruh Terapi self Help Group Terhadap Koping
Keluarga Dengan Anak Retardasi Mental Di SLB-C Kabupaten Sumedang.
Tesis (Tidak diterbitkan) Program Pascasarjana Fakultas Ilmu
Keperawan, Kekhususan Keperawatan Jiwa. Universitas Indonesia
Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Anda