Hai
semua... kali ini saya ingin memberikan contoh mengenai pembuatan
modul terapi psikologi, yaitu:
MODUL
Terapi
Musik untuk Anak dengan Gangguan Desintegratif Masa Kanak
- PENDAHULUAN
Mengenal
anak berkebutuhan khusus sangatlah luas terbentang dari memahami
siapa mereka, mengapa mereka seperti itu, bagaimana, dimana dan kapan
pendidikan mereka. Masalah lain adalah adanya pemahaman baru
bagaimana cara melihat mereka dipandang dari segi sosial pendidikan.
Berdasarkan
UUD 1945 menyatakan bahwa seluruh warga negara berhak mendapatkan
pendidikan, berdasarkan UU Sisdiknas menyatakan bahwa peserta didik
berhak mendapatkan pembelajaran yang bermutu, mendapatkan pelayanan
secara khusus, dan berdasarkan Permendiknas 70 tahun 2009 setiap
kecamatan paling tidak harus ada satu sekolah inklusif yang menerima
anak berkebutuhan khusus, pemerintah daerah berkewajiban mengangkat
guru khusus di satuan pendidikan inlusif dan pembinaan
sekolah inklusif oleh pemerintah daerah P4TK dan LPMP.
Tidak
ada kata terlambat untuk melakukan terapi, usia berapa
pun diketahui, sebaiknya lekas dilakukan
terapi. Namun untuk hasilnya jelas lebih baik untuk yang
ditemukan sedini mungkin. Anak yang tidak
dilatih dan diterapi untuk mandiri semakin besar, akan semakin
menjadi beban bagi orang tua dan keluarganya.
Terapi
bisa bermacam-macam tergantung jenis ABK nya, sebagai gambaran, untuk
anak autis, terapi yang dilakukan pertama adalah sensorik integrasi.
Ini dilakukan sebagai upaya membuat anak tersebut kembali kedunia
kita, dengan cara menstimulus sensoriknya agar dia bisa bereaksi
sebagaimana mestinya dan berperilaku yang sesuai. Namun terapi
yang dilakukan harus berkesinambungan dan dilakukan dirumah selain di
klinik, karena waktu anak banyak
dirumah.
Salah
satu terapi yang dapat diberikan kepada anak yang berkebutuhan khusus
adalah terapi Musik. Terapi musik adalah salah satu bentuk terapi
yang bertujuan meningkatkan kualitas fisik dan mental dengan
rangsangan suara yang terdiri dari melodi, ritme,harmoni, timbre,
bentuk dan gaya yang diorganisir sedemikian rupa hingga
tercipta musik yang bermanfaat untuk kesehatan fisik dan
mental. Terapi musik dapat membantu anak yang mengalami keterlambatan
bicara.
- PENGERTIAN
Federasi
Terapi Musik Dunia (WMFT, 1996) mendefinisikan terapi musik adalah
penggunaan musik dan atau elemen musik (suara, irama, melodi, dan
harmoni) oleh seorang terapis musik yang telah memenuhi kualifikasi,
terhadap klien atau kelompok dalam proses membangun komunikasi,
meningkatkan relasi interpersonal, belajar, meningkatkan mobilitas,
meningkatkan ekspresi, menata diri atau untuk mencapai berbagai
tujuan terapi lainnya.
Untuk
beberapa anak dengan gangguan pervasive,
terapi musik dapat memberikan efek
yang menenangkan untuk anak dan pada beberapa anak, kegiatan menyanyi
merupakan bentuk komunikasi pada anak dengan dengan
gangguan pervasive. Hal ini dikarenakan pengucapan kata
dan bahasa yang digunakan lebih mudah untuk dimengerti daripada
ketika mereka berbicara (Kerig & Wenar, 2006)
Menurut
Mash & Wolfe (2010), anak autis yang
sedang mengembangkan kemampuan bahasa sering berbicara secara
monoton dan infleksi bahasanya sulit untuk ditangkap. Dengan
bantuan lagu-lagu yang disusun sesuai kekurangan tersebut anak dapat
dibantu memperlancar kemampuan bicaranya, musik dapat menghapuskan
secara bertahap ketidakmampuan bicara serta membekas pada anak dengan
suara bicara yang alamiah, sehingga bila anak lupa cara mengucapkan
kalimat dengan benar, maka ia akan dengan cepat mengingat lagunya.
Salah
satu bentuk terapi untuk anak dengan gangguan
perpasive seperti anak autis yang dikembangkan di amerika
adalah terapi musik. Dengan memberikan terapi musik pada anak
autistik yang diikuti dengan stimulus visual berupa kartu bergambar
(flash card) yang sesuai dengan kata-kata yang mau diajarkan,
diharapkan irama dan melodi repetitif, sederhana dan dinamis dapat
menggapai perasaan anak, megatasi kesulitan-kesulitannya sementara
pada saat yang bersamaan menumbuhkan kreatifitas, perubahan dan
pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi musik yang
digabungkan dengan terapi lain (metode lovaas dan metode compic)
dapat meningkatkan keterampilan berbahasa pada anak autistik dan
terapi musik juga dapat meningkatkan interaksi anak autistik dengan
teman sebaya dan orang lain yang terkait (Kuwanto
& Natalia, 2001).
- Alasan memberikan intervensi
Terapi
musik diberikan dengan tujuan agar dapat membantu anak untuk
meningkatkan keterampilan berbahasa dan
meningkatkan interaksi sosial anak.
- INTERVENSI
- Rancangan Intervensi
Tabel
Rancangan Intervensi Terapi Musik
-
TritmenTujuanTarget perilakuRancangan pertemuanTerapi musik (mendengarkan musik dan menonton video musik)Meningkatkan kemampuan anak dalam berbahasa dan berinteraksi dengan lingkungannya.
- Anak dapat menggerakan organ bicara agar lebih terlatih untuk mengeluarkan suara.
- Membantu proses membangun komunikasi anak baik secara verbal maupun non verbal
- Meningkatkan relasi interpersonal,
- Membantu belajar memahami lingkungan sekitar
- Membantu meningkatkan mobilitas motorik anak
- Membantu meningkatkan ekspresi diri anak
- Membantu anak agar lebih tenang dan stabil dalam emosi
- Mengembangkan kemampuan bahasa anak dan memperlancar kemampuan bicaranya serta pelafalan kosa kata.
3 kali Pertemuan
- Tata ruang
- Sebuah ruangan dengan ventilasi udara dan cahaya yang cukup
- Satu set kursi tamu
- Klien dan terapis dalam posisi berhadapan
- Media
- Meja, kursi, laptop untuk mendengarkan musik
- Materi
Dalam
terapi musik, anak akan diberikan alunan
lagu dengan beberapa kosa kata dan dapat memancing anak untuk
mengeluarkan suara.
- Langkah-Langkah dalam pelaksanaan terapi musik :
1).
Asessmen
Dalam
asessmen terapis melakukan observasi latar belakang, keadaan anak
saat ini, keterbatasan anak yang dialami saat ini, serta potensi anak
yang masih dapat dikembangkan. Aspek yang
dilihat dalam asessmen yaitu kognitif, sosial, fisik, emosional dan
komunikasi. Setelah melakukan asessmen terapis
membina hubungan yang baik.
2).
Rencana perlakuan
Rencana
perlakuan diberikan berdasarkan hasil asessmen yang dilakukan. Terapi
musik harus diberikan sesuai dengan karekterisitik anak tersebut.
Jika anak tersebut terhambat dalam bidang kreativitasnya maka terapi
musik yang diberikan haruslah bersifat untuk memperbaiki kreativitas
anak tersebut. Durasi waktu pemberian dan
materi terapi harus direncanakan. Jika sasaran atau objek telah
mengalami perubahan maka terapi dihentikan jika tidak maka terapi
tetap dilanjutkan dan perlu dilakukan pengembangan dalam melaksanakan
tindakan.
3).
Pencatatan
Semua
kejadian mulai dari perencanaan sampai akhir kegiatan harus dicatat.
Jika ada perubahan baik bentuk perkembangan atau penurunan setelah
diberikan terapi musik maka harus dicatat.
4).
Evaluasi dan terminasi perlakuan
Terapis
menyiapkan kesimpulan akhir dari proses perlakuan
dan membuat rekomendasi untuk tindak lanjuti.
- Hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan terapi musik :
Pelaksanaan
terapi musik klasik pada anak autis perlu memperhatikan beberapa hal
yaitu :
1).
Kondisi anak
2). Bahasa
yang digunakan
3). Tenaga
terapis
4). Tempat
dan latihan
5). Strategi
pendekatan
- Prosedur Terapi Musik
1).
Terapis membuka sesi pertemuan dengan membangun
rapport yang baik dengan anak dengan cara mengajak anak berkomunikasi
singkat. Terapis memilih tempat yang
tenang dan bebas dari gangguan.
2).
Sebelum mulai mencatat perilaku anak,
terapis mendengarkan berbagai jenis musik
terlebuh dahulu. Hal ini dilakukan untuk mengetahui respon dari tubuh
anak.
3).
Anjurkan anak duduk bersila dilantai dan ambil nafas dalam.
4).
Terapis kemudian mendengarkan musik anak yang
berirama menyenangkan. Musik mulai diperdengarkan pada anak.
Biarkan suara musik mengalir keseluruh tubuh anak bukan hanya
dirasakan secara fisik tapi juga difokuskan dalam jiwa.
5).
Terapis melakukan terapi musik, anak akan
mengetahui bagaimana tubuh anak merespon pada musik yang diberikan.
Terapis melanjutkan dengan mengajak anak menyanyi lagu yang ada
diiringi musik.
6).
Berikan terapi musik dalam waktu selama 30 menit sampai 1 jam setiap
hari. Jika tidak memiliki cukup waktu berikan selama 10 menit.
- Manfaat terapi musik :
1).
Meningkatkan kreatifitas
2).
Mengurangi kecemasan dan strees
3).
Meningkatkan intelegensi
4).
Mengubah mood menjadi lebih positif
5).
Meningkatkan kosentrasi
6).
Bikin rileks
7).
Mengatasi autis pada anak
8).
Membuat emosi menjadi lebih positif
9).
Meningkatkan kemampuan bahasa
- Metode
- Bermain sambil bernyanyi
- Waktu : ± 30 menit
DAFTAR
PUSTAKA
Kuwanto,
L. & Natalia, J. (2001). Pengaruh
Terapi Musik terhadap keterampilan berbahasa pada anak autistik.
Jurnal Anima vol 16 no.2. Universitas Surabaya.
Kerig,
P.K., & Wenar, C. (2006). Developmental psychopatolgy : From
infancy through adolescent. (5th ed.). new York:
McGraw Hill
Mash,
E. J., & Wolfe, D. A. (2010). Abnormal Child Psychology.
Canada: Wadsworth.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Anda