Kamis, 15 Januari 2015

MODUL Terapi Musik untuk Anak dengan Gangguan Desintegratif Masa Kanak


Hai semua... kali ini saya ingin memberikan contoh mengenai pembuatan modul terapi psikologi, yaitu:
MODUL
Terapi Musik untuk Anak dengan Gangguan Desintegratif Masa Kanak


  1. PENDAHULUAN
Mengenal anak berkebutuhan khusus sangatlah luas terbentang dari memahami siapa mereka, mengapa mereka seperti itu, bagaimana, dimana dan kapan pendidikan mereka. Masalah lain adalah adanya pemahaman baru bagaimana cara melihat mereka dipandang dari segi sosial pendidikan.
Berdasarkan UUD 1945 menyatakan bahwa seluruh warga negara berhak mendapatkan pendidikan, berdasarkan UU Sisdiknas menyatakan bahwa peserta didik berhak mendapatkan pembelajaran yang bermutu, mendapatkan pelayanan secara khusus, dan berdasarkan Permendiknas 70 tahun 2009 setiap kecamatan paling tidak harus ada satu sekolah inklusif yang menerima anak berkebutuhan khusus, pemerintah daerah berkewajiban mengangkat guru khusus di satuan pendidikan inlusif dan pembinaan sekolah inklusif oleh pemerintah daerah P4TK dan LPMP.
       Tidak ada kata terlambat untuk melakukan terapi, usia berapa pun diketahui, sebaiknya lekas dilakukan terapi.  Namun untuk hasilnya jelas lebih baik untuk yang ditemukan sedini mungkin. Anak yang tidak dilatih dan diterapi untuk mandiri semakin besar, akan semakin menjadi beban bagi orang tua dan keluarganya.
Terapi bisa bermacam-macam tergantung jenis ABK nya, sebagai gambaran, untuk anak autis, terapi yang dilakukan pertama adalah sensorik integrasi. Ini dilakukan sebagai upaya membuat anak tersebut kembali kedunia kita, dengan cara menstimulus sensoriknya agar dia bisa bereaksi sebagaimana mestinya dan berperilaku yang sesuai.  Namun  terapi yang dilakukan harus berkesinambungan dan dilakukan dirumah selain di klinik, karena waktu anak banyak dirumah.
Salah satu terapi yang dapat diberikan kepada anak yang berkebutuhan khusus adalah terapi Musik. Terapi musik adalah salah satu bentuk terapi yang bertujuan meningkatkan kualitas fisik dan mental dengan rangsangan suara yang terdiri dari melodi, ritme,harmoni, timbre, bentuk dan gaya yang diorganisir sedemikian rupa hingga tercipta musik yang bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental. Terapi musik dapat membantu anak yang mengalami keterlambatan bicara.

  1. PENGERTIAN
Federasi Terapi Musik Dunia (WMFT, 1996) mendefinisikan terapi musik adalah penggunaan musik dan atau elemen musik (suara, irama, melodi, dan harmoni) oleh seorang terapis musik yang telah memenuhi kualifikasi, terhadap klien atau kelompok dalam proses membangun komunikasi, meningkatkan relasi interpersonal, belajar, meningkatkan mobilitas, meningkatkan ekspresi, menata diri atau untuk mencapai berbagai tujuan terapi lainnya.
Untuk beberapa anak dengan gangguan pervasive, terapi musik dapat memberikan efek yang menenangkan untuk anak dan pada beberapa anak, kegiatan menyanyi merupakan bentuk komunikasi pada anak dengan dengan gangguan pervasive. Hal ini dikarenakan pengucapan kata dan bahasa yang digunakan lebih mudah untuk dimengerti daripada ketika mereka berbicara (Kerig & Wenar, 2006)
Menurut Mash & Wolfe (2010), anak autis yang sedang mengembangkan kemampuan bahasa sering berbicara secara monoton dan infleksi bahasanya sulit untuk  ditangkap. Dengan bantuan lagu-lagu yang disusun sesuai kekurangan tersebut anak dapat dibantu memperlancar kemampuan bicaranya, musik dapat menghapuskan secara bertahap ketidakmampuan bicara serta membekas pada anak dengan suara bicara yang alamiah, sehingga bila anak lupa cara mengucapkan kalimat dengan benar, maka ia akan dengan cepat mengingat lagunya.
Salah satu bentuk terapi untuk anak dengan gangguan perpasive seperti anak autis yang dikembangkan di amerika adalah terapi musik. Dengan memberikan terapi musik pada anak autistik yang diikuti dengan stimulus visual berupa kartu bergambar (flash card) yang sesuai dengan kata-kata yang mau diajarkan, diharapkan irama dan melodi repetitif, sederhana dan dinamis dapat menggapai perasaan anak, megatasi kesulitan-kesulitannya sementara pada saat yang bersamaan menumbuhkan kreatifitas, perubahan dan pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi musik yang digabungkan dengan terapi lain (metode lovaas dan metode compic) dapat meningkatkan keterampilan berbahasa pada anak autistik dan terapi musik juga dapat meningkatkan interaksi anak autistik dengan teman sebaya dan orang lain yang terkait (Kuwanto & Natalia, 2001).


  1. Alasan memberikan intervensi
Terapi musik diberikan dengan tujuan agar dapat membantu anak untuk meningkatkan keterampilan berbahasa dan meningkatkan interaksi sosial anak.


  1. INTERVENSI
  1. Rancangan Intervensi
Tabel Rancangan Intervensi Terapi Musik
Tritmen
Tujuan
Target perilaku
Rancangan pertemuan
Terapi musik (mendengarkan musik dan menonton video musik)
Meningkatkan kemampuan anak dalam berbahasa dan berinteraksi dengan lingkungannya.
  • Anak dapat menggerakan organ bicara agar lebih terlatih untuk mengeluarkan suara.
  • Membantu proses membangun komunikasi anak baik secara verbal maupun non verbal
  • Meningkatkan relasi interpersonal,
  • Membantu belajar memahami lingkungan sekitar
  • Membantu meningkatkan mobilitas motorik anak
  • Membantu meningkatkan ekspresi diri anak
  • Membantu anak agar lebih tenang dan stabil dalam emosi
  • Mengembangkan kemampuan bahasa anak dan memperlancar kemampuan bicaranya serta pelafalan kosa kata.
3 kali Pertemuan


  1. Tata ruang
  • Sebuah ruangan dengan ventilasi udara dan cahaya yang cukup
  • Satu set kursi tamu
  • Klien dan terapis dalam posisi berhadapan
  1. Media
  • Meja, kursi, laptop untuk mendengarkan musik
  1. Materi
Dalam terapi musik, anak akan diberikan alunan lagu dengan beberapa kosa kata dan dapat memancing anak untuk mengeluarkan suara.
  1. Langkah-Langkah dalam pelaksanaan terapi musik :
1).    Asessmen 
Dalam asessmen terapis melakukan observasi latar belakang, keadaan anak saat ini, keterbatasan anak yang dialami saat ini, serta potensi anak yang masih dapat dikembangkan. Aspek yang dilihat dalam asessmen yaitu kognitif, sosial, fisik, emosional dan komunikasi. Setelah melakukan asessmen terapis membina hubungan yang baik.
2). Rencana perlakuan
Rencana perlakuan diberikan berdasarkan hasil asessmen yang dilakukan. Terapi musik harus diberikan sesuai dengan karekterisitik anak tersebut. Jika anak tersebut terhambat dalam bidang kreativitasnya maka terapi musik yang diberikan haruslah bersifat untuk memperbaiki kreativitas anak tersebut. Durasi waktu pemberian dan materi terapi harus direncanakan. Jika sasaran atau objek telah mengalami perubahan maka terapi dihentikan jika tidak maka terapi tetap dilanjutkan dan perlu dilakukan pengembangan dalam melaksanakan tindakan.
3). Pencatatan
Semua kejadian mulai dari perencanaan sampai akhir kegiatan harus dicatat. Jika ada perubahan baik bentuk perkembangan atau penurunan setelah diberikan terapi musik maka harus dicatat.
4).    Evaluasi dan terminasi perlakuan
Terapis menyiapkan kesimpulan akhir dari proses perlakuan dan membuat rekomendasi untuk tindak lanjuti.

  1. Hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan terapi musik :
Pelaksanaan terapi musik klasik pada anak autis perlu memperhatikan beberapa hal yaitu :
1). Kondisi anak
2).  Bahasa yang digunakan
3).  Tenaga terapis
4).  Tempat dan latihan
5).  Strategi pendekatan

  1. Prosedur Terapi Musik
1).    Terapis membuka sesi pertemuan dengan membangun rapport yang baik dengan anak dengan cara mengajak anak berkomunikasi singkat. Terapis memilih tempat yang tenang dan bebas dari gangguan.
2).    Sebelum mulai mencatat perilaku anak, terapis mendengarkan berbagai jenis musik terlebuh dahulu. Hal ini dilakukan untuk mengetahui respon dari tubuh anak.
3).    Anjurkan anak duduk bersila dilantai dan ambil nafas dalam.
4).    Terapis kemudian mendengarkan musik anak yang berirama menyenangkan. Musik mulai diperdengarkan pada anak. Biarkan suara musik mengalir keseluruh tubuh anak bukan hanya dirasakan secara fisik tapi juga difokuskan dalam jiwa.
5).    Terapis melakukan terapi musik, anak akan mengetahui bagaimana tubuh anak merespon pada musik yang diberikan. Terapis melanjutkan dengan mengajak anak menyanyi lagu yang ada diiringi musik.
6).    Berikan terapi musik dalam waktu selama 30 menit sampai 1 jam setiap hari. Jika tidak memiliki cukup waktu berikan selama 10 menit.

  1. Manfaat terapi musik  :
1).    Meningkatkan kreatifitas
2).    Mengurangi kecemasan dan strees
3).    Meningkatkan intelegensi
4).    Mengubah mood menjadi lebih positif
5).    Meningkatkan kosentrasi
6).    Bikin rileks
7).    Mengatasi autis pada anak
8).    Membuat emosi menjadi lebih positif
9).    Meningkatkan kemampuan bahasa
  1. Metode
  • Bermain sambil bernyanyi
  1. Waktu : ± 30 menit




DAFTAR PUSTAKA
Kuwanto, L. & Natalia, J. (2001). Pengaruh Terapi Musik terhadap keterampilan berbahasa pada anak autistik. Jurnal Anima vol 16 no.2. Universitas Surabaya.

Kerig, P.K., & Wenar, C. (2006). Developmental psychopatolgy : From infancy through adolescent. (5th ed.). new York: McGraw Hill

Mash, E. J., & Wolfe, D. A. (2010). Abnormal Child Psychology. Canada: Wadsworth.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar Anda