Senin, 19 Januari 2015

ODUL Psikoedukasi keluarga anak dengan Gangguan Desintegratif Masa Kanak


Hai semua... kali ini saya ingin memberikan contoh mengenai pembuatan modul terapi psikologi, yaitu:
MODUL
Psikoedukasi keluarga anak dengan Gangguan Desintegratif Masa Kanak
    I. Pendahuluan
Pada kebanyakan anak, perkembangan fisik dan jiwa terjadi dengan cepat namun ada juga anak yang mengalami kemunduran dalam perkembangannya. Hal ini disebut sebagai gangguan masa disintegratif dimana terjadi kekacauan serius yang langka pada seorang anak dengan usia lebih dari 3 tahun. Ciri anak dengan gangguan disintegratif masa kanak-kanak berkembang secara normal sampai usia 3 atau 4 tahun, mempelajari ketrampilan wicara, buang air dengan benar, dan memperlihatkan prilaku sosial yangs sesuai. Pada tahap perkembangan berikutnya, anak akan kehilangan kemampuan berbahasa yang diperoleh dulunya, gerakan, atau ketrampilan sosial, dan anak mungkin tidak lagi mempunyai kontrol pada kandung kemih atau usus besarnya. Selain itu, anak mengalami kesukaran dengan interaksi sosial dan mulai melakukan kelakuan berulang mirip yang terjadi pada anak dengan penyakit autisme. Gangguan disintegratif masa kanak-kanak tidak bisa diobati secara khusus atau disembuhkan, dan kebanyakan anak, khususnya dengan keterbelakangan yang parah, memerlukan perawatan seumur hidup. 
Hampir sebagian besar ayah-ibu seorang anak baru menyadari bahwa anaknya mengalami kemunduran dalam perkembangan setelah datang berobat ke dokter. Kesemuanya itu terjadi akibat kurangnya pengetahuan orang tua dan kurang teliti pengamatan orang tua pada anaknya. Oleh karena itu pentingnya memberikan pengetahuan dan pendidikan pada orang tua yang memiliki anak dengan kemunduran perkembangan.


  1. Pengertian
Psikoedukasi merupakan salah satu bentuk dari intervensi, baik untuk keluarga maupun klien yang merupakan bagian dari terapi psikososial. Tujuan dari program psikoedukasi adalah menambah pengetahuan mengenai gangguan yang dialami, sehingga diharapkan dapat menurunkan angka kambuh dan meningkatkan fungsi keluarga. Tujuan ini akan dicapai melalui serangkaian kegiatan edukasi tentang penyakit, cara mengatasi gejala, dan kemampuan yang dimiliki keluarga (Stuart & Laraia, 2001).
Penelitian Family Psyhcoeducation (psikoedukasi keluarga) oleh Wardaningsih (2007) mengemukakan bahwa terdapat pengaruh Family psikoedukasi terhadap beban dan kemampuan keluarga dalam merawat klien dengan halusinasi. Psikoedukasi keluarga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga serta menurunkan beban subjektif keluarga. Penelitian Rachmaniah (2012) menyatakan bahwa psikoedukasi memberikan pengaruh terhadap kecemasan dan koping orang tua dalam merawat anak dengan thalasemia mayor, dimana orang tua menjadi mampu beradaptasi dan menyesuaikan dengan menerima keadaan dan mampu melakukan tindakan yang tepat dalam menghadapi permasalahannya. Berdasarkan kedua penelitian tersebut menunjukkan bahwa psikoedukasi keluarga sangat dibutuhkan dan berrpengaruh terhadap keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan perkembangan, gangguan jiwa maupun masalah psikososial.




  1. RANCANGAN INTERVENSI
  1. Tujuan psikoedukasi
Psikoedukasi diharapkan dapat membantu orang tua untuk lebih memahami mengenai perkembangan anaknya dan dapat memberikan penanganan yang tepat.
  1. Tata ruang
  • Sebuah ruangan dengan ventilasi udara dan cahaya yang cukup
  • Satu set kursi tamu
  • Klien dan terapis dalam posisi berhadapan
  1. Media
  • Alat tulis, meja, kursi
  1. Materi
Dalam psikoedukasi, klien diberikan informasi mengenai gangguan yang dialami anaknya dan terapi yang dapat diberikan.
  1. Prosedur
  • Terapis membuka sesi pertemuan dengan membangun rapport yang baik dengan klien dengan cara melakukan pembincaraan ringan seputar kabar klien dan kesibukan klien selama beberapa hari terakhir agar klien merasa nyaman.
  • Terapis kemudian bertanya mengenai perkembangan anak klien
  • Terapis melanjutkan dengan memberikan informasi mengenai gangguan yang dialami anak klien
  1. Metode
  • Ceramah
  1. Waktu : ± 90 menit
  2. Rancangan Intervensi Psikoedukasi
Tabel Rancangan Intervensi Psikoedukasi
Tritmen
Tujuan
Target perilaku
Rancangan pertemuan
Psikoedukasi keluarga
Agar orang tua untuk lebih memahami mengenai perkembangan anaknya dan dapat memberikan penanganan yang tepat.
  • Klien dapat memahami gangguan yang dialami anaknya
  • Klien dapat memahami perkembangan anaknya
  • Klien dapat memberikan terapi yang tepat pada anaknya
1 kali Pertemuan
                                                          DAFTAR PUSTAKA
Stuart. G.W and Laraia. (2001). Principle and practice of psychiatric nursing.7thed. St Louis: Mosby Year Book.
Rachmaniah, Dini. (2012). Pengaruh psikoedukasi terhadap kecemasan dan koping orang tua dalam merawat anak dengan thalasemia mayor di RSU Kabupaten Tanggerang Banten. Tesis (tidak diterbitkan). Jakarta: Universitas Indonesia.
Wardaningsih, S. (2007). Pengaruh psikoedukasi pada kemampuan keluarga dalam merawat pasien dengan halusinasi di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Tesis (Tidak diterbitkan). Jakarta: Universitas Indonesia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar Anda